5 Penyebab Kelopak Mata Bengkak, Mulai dari Alergi hingga Kalazion

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 28 April 2022 | 09:16 WIB
5 Penyebab Kelopak Mata Bengkak, Mulai dari Alergi hingga Kalazion
Ilustrasi gambar penyebab kelopak mata bengkak. (freepik)

Suara.com - Pernahkah Anda terbangun dari tidur dan mendapati kelopak mata bengkak? Mata bengkak tentunya sangat mengganggu, terlebih lagi jika pada hari tersebut Anda akan menghadiri suatu acara. Lantas, apa penyebab mata bengkak? Simak ulasannya berikut ini.

Diketahui, kelopak mata bengkak terjadi karena penumpukan cairan berlebih pada bagian kelopak mata. Menumpuknya cairan memperburuk kondisi kelopak mata pasalnya kulit di sekitar area kelopak mata sangat tipis. Hal ini membuat pembengkakan yang terjadi pada kelopak mata tampak sangat menonjol.

Kondisi ini membuat Anda tak nyaman dan mengurangi kadar kepercayaan diri. Sebenarnya, kelopak mata bengkak usai tidur adalah hal yang wajar. Tapi perlu Anda ingat bahwa kelopak mata bengkak juga menjadi pertanda bahwa tubuh Anda sedang tidak baik-baik saja.

Apabila Anda mengalami kelopak mata bengkak yang berulang dan membuat Anda tak nyaman maka kenali penyebabnya. Berikut ini akan dijelaskan penyebab kelopak mata bengkak yang wajib Anda ketahui.

1. Alergi

Jika Anda mengalami kelopak mata bengkak yang disertai mata berair dan memerah maka bisa jadi disebabkan oleh alergi. Alergi pada mata terkadang disertai dengan gejala-gejala lain, seperti bersin, hidung tersumbat, serta mata terasa gatal.

Sedangkan pemicu alergi  bisa disebabkan oleh debu, angin, atau serbuk sari bunga yang mengenai mata.

2. Bintitan

Bintitan atau stye terjadi karena infeksi bakteri staphylococcus yang menyerang kelenjar minyak di dalam kelopak mata. Umumnya bintitan muncul di sudut kelopak, tengah-tengah kelopak, atau bahkan kelopak bawah mata.

Benjolan tersebut umumnya menyerupai jerawat, berisi nanah, dan terasa sakit bila disentuh. Meski terdengar mengerikan, bintitan adalah kondisi yang lazim dan bisa sembuh dengan perawatan sederhana seperti kompres air hangat.

Ilustrasi bisul pada kelopak mata. (Shutterstock)
Ilustrasi bintitan. (Shutterstock)

3. Kalazion

Sama halnya dengan bintitan, kalazion adalah pembengkakan pada kelopak mata tapi benjolan yang muncul lebih besar dan lunak. Sama halnya dengan bintitan, kalazion disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak pada kelopak mata. Dapat dibilang kalazion merupakan kondisi akibat bintitan yang tak kunjung sembuh.

4. Infeksi

Kelopak mata bengkak bisa jadi pertanda bahwa mata Anda sedang mengalami infeksi mata atau konjungtivitis. Kondisi ini jadi pemicu timbulnya pembengkakan dan kemerahan di kelopak serta bagian putih (sklera) mata.

Tak hanya bengkak, infeksi mata juga menimbulkan rasa sakit yang membuat Anda tak nyaman. Lazimnya infeksi mata disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, seperti staphylococcus, streptococcus hingga virus influenza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Bisa ke Rumah Sakit, Gadis Ini Terpaksa Melepas Jahitan Operasi di Gerbang Kompleks Perumahan

Tidak Bisa ke Rumah Sakit, Gadis Ini Terpaksa Melepas Jahitan Operasi di Gerbang Kompleks Perumahan

Health | Senin, 04 April 2022 | 14:20 WIB

Waspada Kelopak Mata Gatal, Bisa Jadi Tanda Kanker Mata Langka

Waspada Kelopak Mata Gatal, Bisa Jadi Tanda Kanker Mata Langka

Health | Rabu, 30 Maret 2022 | 11:38 WIB

Bukan Sipit atau Belo, Ini Lho 5 Jenis Kelopak Mata pada Manusia

Bukan Sipit atau Belo, Ini Lho 5 Jenis Kelopak Mata pada Manusia

Health | Selasa, 15 Maret 2022 | 13:03 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB