Waspada Kelopak Mata Gatal, Bisa Jadi Tanda Kanker Mata Langka

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 30 Maret 2022 | 11:38 WIB
Waspada Kelopak Mata Gatal, Bisa Jadi Tanda Kanker Mata Langka
Ilustrasi mata, kanker mata, kelopak mata (shutterstock)

Suara.com - Kanker mata menggambarkan pertumbuhan abnormal sel-sel yang berkembang di bagian mata. Bagian mata tertentu lebih mungkin terkena kanker daripada lainnya.

Ada berbagai jenis kanker mata yang tergantung pada jenis sel tempat kanker berkembang, salah satunya kanker melanoma.

Kanker mata melanoma terjadi ketika sel-sel penghasil pigmen di mata Anda membelah dan berkembang biak terlalu cepat. Kemudian, proses ini menghasilkan gumpalan jaringan yang dikenal sebagai tumor.

New England Journal of Medicine pernah laporkan kasus wanita usia 47 tahun yang didiagnosis kanker mata melanoma.

Mulanya, dilansir dari Express, wanita itu mulai mengalami masalah dengan kelopak mata gatal selama 2 minggu sebelum mencari bantuan medis.

ilustrasi mata perempuan. (unsplash)
ilustrasi mata perempuan. (unsplash)

Pemeriksaan awal pada matanya ditemukan sesuatu yang menyembul dari bawah kelopak mata kanannya.

Hal ini adalah indikasi pertama bahwa ada sesuatu yang salah. Kemudian, dokter melakukan eversi kelopak mata yang menggambarkan prosedur di mana kelopak mata diangkat dan pasien harus melihat ke bawah.

Proses ini menemukan lesi berpigmen di atas matanya yang menggabungkan warna pink dan hitam.

Lesi ini ditemukan tumbuh di konjungtiva palpebra, selaput bening di bagian dalam kelopak mata yang menghubungkan mata dengan jaringan di sekitarnya.

Para dokter melakukan biopsi pada lesi ini untuk menghilangkan sebagian darinya. Analisis lebih lanjut menemukan lesi ini ganas yang mengarah pada diagnosis melanoma maligna.

Untungnya, para peneliti menjelaskan bahwa melanoma yang ditandai dengan lesi berpigmen adalah bentuk kanker mata yang langka.

Terlebih lagi, kasus melanoma okular angat jarang terjadi. Selain itu, lesi wanita tersebut tidak meluas selama berbulan-bulan mendatang, yang menandakan bahwa pengobatannya berhasil.

Wanita tersebut memilih pengobatan dengan pembrolizumab daripada operasi untuk mengangkat dan mengobati lesi.

Jika Anda tidak sadar, pembrolizumab adalah obat antibodi yang digunakan untuk mengobati melanoma, di antara kanker lainnya.

Adapun gejala kanker mata yang lebih umum selain kelopak mata gatal, termasuk:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Menginfeksi Mata, Virus Corona Covid-19 Bisa Bereplikasi di Retina

Selain Menginfeksi Mata, Virus Corona Covid-19 Bisa Bereplikasi di Retina

Health | Rabu, 30 Maret 2022 | 10:04 WIB

Wow! Dipercaya Sebagai Petilasan Joko Tingkir, Air Mata Senjoyo Disebut Bisa Mendatangkan Rezeki, Jodoh Hingga Momongan

Wow! Dipercaya Sebagai Petilasan Joko Tingkir, Air Mata Senjoyo Disebut Bisa Mendatangkan Rezeki, Jodoh Hingga Momongan

Jawa Tengah | Rabu, 30 Maret 2022 | 08:32 WIB

Cara Membuat Es Air Mata Pengantin, Enak dan Segarnya Cocok untuk Dijadikan Menu Berbuka Puasa

Cara Membuat Es Air Mata Pengantin, Enak dan Segarnya Cocok untuk Dijadikan Menu Berbuka Puasa

Lifestyle | Selasa, 29 Maret 2022 | 16:53 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB