India Izinkan Penggunaan 2 Vaksin Covid-19 Ini untuk Anak Usia 5-12 Tahun

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 28 April 2022 | 10:58 WIB
India Izinkan Penggunaan 2 Vaksin Covid-19 Ini untuk Anak Usia 5-12 Tahun
Ilustrasi Vaksin COVID - 19. (Pixabay)

Suara.com - Drugs Controller General of India (DCGI) memberikan izin penggunaan darurat terbatas kepada vaksin Covid-19 COVAXIN BharatBiotech untuk anak-anak usia 6-12 tahun.

DCGI juga telah memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 ZycovD (vaksin Zydus Cadila) untuk anak-anak di atas usia 12 tahun.

Bahkan, mereka juga memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 Corbevax untuk anak-anak antara usia 5-12 tahun.

Dengan begitu, orangtua bisa sedikit lega bila anak-anak kembali sekolah tatap muka. Apalagi, sebelumnya anak-anak di bawah usia 12 tahun belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Karena hal itu, laporan kasus siswa yang terinfeksi virus corona Covid-19 meningkat, terutama di kota-kota besar.

Emergency Use Authorization (EUA) adalah mekanisme pengaturan yang memungkinkan penggunaan vaksin dan obat-obatan untuk mencegah dan/atau mengurangi dampak penyakit atau kondisi yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh virus corona Covid-19.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (cottonbro dari Pexels)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (cottonbro dari Pexels)

Sebelum vaksin atau obat apa pun mendapatkan izin penggunaan darurat, ada sejumlah penilaian ketat terhadap data laboratorium dan uji klinis, termasuk data tentang kualitas, keamanan, produksi antibodi pelindung, dan kemanjuran.

Hal ini bukanlah konsep baru yang dikembangkan untuk vaksin Covid-19. Sebelumnya, izin ini juga diberikan untuk menyelamatkan nyawa orang-orang di seluruh dunia dengan vaksin Covid-19 dan obat-obatan untuk penyakit yang mengancam jiwa.

Sementara itu dilansir dari Times of India, perusahaan terus berusaha memperoleh informasi keamanan dan efektivitas tambahan untuk mendapatkan lisensi penuh.

Persetujuan akhir diberikan setelah uji coba selesai dan setelah data uji coba dianalisis sepenuhnya.

Di India, vaksin dan obat-obatan digunakan hanya setelah disetujui oleh otoritas pengatur yaitu Central Drugs Standard Control Organization (CDSCO).

Meskipun, sekarang ini varian Omicron tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah. Tetapi, semua orang tidak bisa mengesampingkan faktor risikonya.

Jadi, vaksin Covid-19 tetaplah penting untuk melindungi diri dari virus corona dan variannya. Begitu pula anak-anak sangat perlu divaksinasi sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Disuntik Vaksin Booster di Hari Mudik? Jangan Lupa Perketat Protokol Kesehatan!

Baru Disuntik Vaksin Booster di Hari Mudik? Jangan Lupa Perketat Protokol Kesehatan!

Health | Kamis, 28 April 2022 | 07:24 WIB

Jangan Panik! BPOM Pastikan Vaksin Moderna di Indonesia Tak Terkontaminasi Partikel Asing

Jangan Panik! BPOM Pastikan Vaksin Moderna di Indonesia Tak Terkontaminasi Partikel Asing

Surakarta | Rabu, 27 April 2022 | 20:43 WIB

Lahir Prematur dan Idap Penyakit Paru Kronis, Bayi Ini Terinfeksi Virus Corona Covid-19!

Lahir Prematur dan Idap Penyakit Paru Kronis, Bayi Ini Terinfeksi Virus Corona Covid-19!

Health | Rabu, 27 April 2022 | 18:42 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB