Jangan Berikan Ibuprofen pada Penderita Cacar Air, Ini Risikonya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 28 April 2022 | 11:53 WIB
Jangan Berikan Ibuprofen pada Penderita Cacar Air, Ini Risikonya!
Ilustrasi obat ibuprofen (pexels)

Suara.com - Setelah sekian lama anak-anak lebih sering di rumah akibat pandemi Covid-19, hal ini membuat mereka lebih rentan terserang penyakit, tak terkecuali cacar air.

Cacar air ini pastinya sangat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari anak. Karena itu, orangtua perlu mengetahui cara penanganan yang tepat.

Dr Punam Krishan pun memberikan tips meringankan gejala cacar air pada anak-anak dan memberi tahu tanda-tanda peringatannya.

Bila Anda ingin mengatasi gejala seperti nyeri dan demam, dokter menyarankan untuk memilih parasetamol dan bukan ibuprofen.

Dr Punam tidak menyarankan pemberian ibuprofen pada anak-anak yang sedang cacar air, karena bisa menyebabkan lebih banyak komplikasi.

Ilustrasi cacar air. (freepik)
Ilustrasi cacar air. (freepik)

"Ini adalah pilihan orangtua. Penting untuk mengikuti peringatan ini terhadap obat penghilang rasa sakit yang sering digunakan," kata Dr Punam dikutip dari Express.

NHS menyarankan agar tidak menghilangkan rasa sakit tertentu. Mereka juga melarang penggunaan ibuprofen kecuali jika disarankan oleh dokter, karena dapat menyebabkan infeksi kulit yang serius.

Faktanya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ibuprofen dan obat antiinflamasi lainnya (NSAID) dapat menimbulkan gejala.

The British Medical Journal melaporkan bahwa penggunaan NSAID dapat menyebabkan necrotising fasciitis pada mereka yang menderita cacar air.

Necrotising fasciitis adalah infeksi bakteri serius yang mempengaruhi jaringan di bawah kulit dan otot serta organ di sekitarnya.

NHS menambahkan meskipun cacar air ini sangat jarang terjadi, kondisi ini bisa mengancam jiwa sehingga perlu diobati sejak dini.

Tanda-tanda peringatan dari kondisi ini bisa datang dengan cepat dalam hitungan jam atau hari. Gejala awal cacar air meliputi:

  1. Luka atau goresan kecil tapi menyakitkan pada kulit
  2. Nyeri hebat yang tidak sebanding dengan kerusakan pada kulit
  3. Demam dan gejala mirip flu lainnya

Tanda-tanda kulit tersebut nantinya dapat berkembang menjadi bercak-bercak gelap pada kulit yang berubah menjadi lepuh berisi cairan, bengkak dan kemerahan di sekitar area yang nyeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara Mengobati Cacar Air, Bisa Meredakan Gejala dan Tidak Meninggalkan Bekas Luka

3 Cara Mengobati Cacar Air, Bisa Meredakan Gejala dan Tidak Meninggalkan Bekas Luka

Health | Kamis, 28 April 2022 | 09:46 WIB

5 Obat Sariawan Alami Paling Ampuh, Bantu Mempercepat Penyembuhan

5 Obat Sariawan Alami Paling Ampuh, Bantu Mempercepat Penyembuhan

Health | Kamis, 28 April 2022 | 08:59 WIB

Obat Asam Lambung Paling Ampuh, Baik yang Alami Maupun Bisa Ditemukan di Apotek

Obat Asam Lambung Paling Ampuh, Baik yang Alami Maupun Bisa Ditemukan di Apotek

Health | Kamis, 28 April 2022 | 07:51 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB