Badan POM Pastikan Cokelat Kinder yang Dijual di Indonesia Bebas Bakteri Salmonella, Sudah Bisa Dijual Lagi

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 28 April 2022 | 14:49 WIB
Badan POM Pastikan Cokelat Kinder yang Dijual di Indonesia Bebas Bakteri Salmonella, Sudah Bisa Dijual Lagi
Cokelat Kinder. (Pixabay/rebeccaspictures)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Badan POM memastikan semua telur cokelat Kinder yang dijual di Indonesia aman dan tidak mengandung bakteri Salmonella.

Dengan keputusan itu, maka cokelat Kinder dengan merek dagang Kinder Joy sudah bisa dijual dan dibeli di pasaran Tanah Air.

Sebelumnya, Badan POM sempat memutuskan memberhentikan sementara penjualan Kinder Joy dan peredarannya di Indonesia, sebagai proses sampling atau pengetesan acak atas ancaman bakteri Salmonella.

"Berdasarkan kajian risiko dan pengujian terhadap produk cokelat merek Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls yang terdaftar di Indonesia."

"Hasil pengujian laboratorium Badan POM menunjukkan ketiga produk tersebut negatif cemaran Salmonella," tulis Badan POM melalui keterangan yang diterima Suara.com, Kamis (28/4/2022).

Badan POM memastikan cokelat Kinder mengandung bakteri Salmonella yang dijual di luar negeri, berbeda dengan cokelat Kinder yang beredar dan terdaftar di Indonesia.

Berdasarkan data International Food Safety Authorities Network Global Alert (INFOSAN), cokelat Kinder yang diproduksi di Belgia menyebar di 77 negara, dan Indonesia tidak termasuk di dalamnya.

Cokelat Kinder yang diduga 'berkasus' itu diproduksi di Belgia, sedangkan yang terdaftar di Indonesia di produksi di India. Meski begitu Badan POM tetap melakukan tes, untuk berhati-hati menganalisis risiko keamanan.

"Produk cokelat merek Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls yang dihentikan sementara waktu peredarannya di Indonesia, maka dengan ini diumumkan bahwa produk tersebut dapat beredar kembali di Indonesia sejak penjelasan publik ini diterbitkan," jelas Badan POM.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyoroti korban cokelat Kinder yang terkontaminasi Salmonella di negara Eropa sudah mencapai 151 orang, dan sebagian besar terdiri dari anak-anak.

Mengerikannya, strain Salmonella yang ditemukan menginfeksi, termasuk jenis bakteri yang resisten obat atau resistensi antibiotik (AMR).

Resistensi antibiotik adalah ketika obat antibiotik kehilangan kemampuannya untuk menghentikan pertumbuhan bakteri, atau tidak mampu membunuh bakteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Termasuk Jenis yang Berbahaya, Kebal 6 Antibiotik!

Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Termasuk Jenis yang Berbahaya, Kebal 6 Antibiotik!

Health | Kamis, 28 April 2022 | 14:15 WIB

WHO Soroti Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Kebal 6 Obat Antibiotik

WHO Soroti Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Kebal 6 Obat Antibiotik

Health | Kamis, 28 April 2022 | 12:38 WIB

Badan POM Pastikan Vaksin Moderna Aman Digunakan dan Tak Ada Kandungan Partikel Asing di Dalamnya

Badan POM Pastikan Vaksin Moderna Aman Digunakan dan Tak Ada Kandungan Partikel Asing di Dalamnya

Health | Rabu, 27 April 2022 | 17:38 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB