Muncul Ruam Kulit di Sekujur Tubuh Pria Ini, Setelah Diperiksa Ternyata Berisi Cacing Gelang

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 01 Mei 2022 | 17:06 WIB
Muncul Ruam Kulit di Sekujur Tubuh Pria Ini, Setelah Diperiksa Ternyata Berisi Cacing Gelang
Ruam [HxBenefit]

Suara.com - Seorang pria berusia 64 tahun mengalami ruam yang menjalar di seluruh tubuhnya. Setelah diperiksa dokter, ternyata kondisi itu disebabkan oleh cacing di bawah kulitnya.

Pria asal Spanyol tersebut awalnya didiagnosis kanker paru-paru metastatik (yang sudah menjalar ke organ lain) dan perlu dirawat di rumah sakit karena kanker telah menyebar ke tulang belakang dan menekan sumsum tulang belakang.

Selama di rumah sakit, dokter memberinya glukokortikoid dosis tinggi, obat kelas steroid yang melawan peradangan dan terkadang digunakan pada pasien kanker untuk mengobati efek samping kemoterapi.

Empat hari setelah menerima glukokortikoid, dilansir Live Science, pria itu mengalami ruam berupa garis merah bergelombang di sekujur tubuhnya, bersama dengan diare ringan.

Menurut dokter di Rumah Sakit Universitario 12 de Octubre di Madrid, Spanyol, ruam tersebut berasal dari sekitar anus dan menyebar dengan cepat ke anggota badan.

Cacing berada di bawah kulit sang pria (New English Journal of Medicine)
Cacing berada di bawah kulit sang pria (New English Journal of Medicine)

Dokter menguraikan beberapa dengan pena, dan 24 jam kemudian, mereka mengamati suatu hal aneh, yakni ruam berpindah dari lokasi awal. Artinya, ada sesuatu yang bergerak di bawah kulit sang pria.

Setelah memeriksa sampel tinja, pria tersebut positif terinfeksi sejenis cacing gelang yang disebut Strongyloides stercoralis.

Larva Strongyloides stercoralis biasanya ditemukan di tanah yang terkontaminasi. Tetapi seseorang juga dapat terinfeksi melalui kontak dengan kotoran manusia atau saluran kotoran.

Ketika berkontak dengan kulit manusia, cacing dapat menembus kulit dan bermigrasi melalui tubuh ke usus kecil.

baca juga

"Tempat mereka menggali dan bertelur," menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Dalam kasus ini, tidak diketahui bagaimana sang pria bisa terinfeksi. Namun, pria tersebut memang bekerja di pabrik pengolahan limbah.

Infeksi dapat mengancam jiwa apabila orang yang menggunakannya juga mengonsumsi obat steroid, yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Jadi, pengobatan sang pria dengan glukokortikoid membuatnya rentan terhadap bentuk infeksi serius ini, yang dikenal sebagai sindrom hiperinfeksi strongyloides atau strongyloides hyperinfection syndrome.

Kondisi ini membuat siklus hidup cacing dipercepat, menyebabkan jumlah cacing yang jauh lebih banyak di dalam tubuh daripada di kasus biasa.

Sindrom hiperinfeksi juga dapat menyebabkan penyebaran cacing ke paru-paru, hati, otak, jantung dan saluran kemih. Selain itu, infeksi daoat menyebabkan kematian hingga 80% karena diagnosisnya sering tertunda.

Untungnya, pria ini segera mendapat pengobatan yang tepat dengan obat anti parasit ivermectin dan ruam serta diarenya mereda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren Banget! Peneliti Temukan Cacing yang Bisa Deteksi Kanker Paru-paru

Keren Banget! Peneliti Temukan Cacing yang Bisa Deteksi Kanker Paru-paru

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 11:55 WIB

Merinding! Penghuni Panik Puluhan Cacing Serbu Rumahnya, Publik: Otak Bisnisku Ketar Ketir

Merinding! Penghuni Panik Puluhan Cacing Serbu Rumahnya, Publik: Otak Bisnisku Ketar Ketir

Hits | Senin, 10 Januari 2022 | 10:19 WIB

9 Makanan Ikan Guppy untuk Pertumbuhan Optimal, Jentik Nyamuk hingga Cacing Darah

9 Makanan Ikan Guppy untuk Pertumbuhan Optimal, Jentik Nyamuk hingga Cacing Darah

Lifestyle | Minggu, 26 Desember 2021 | 20:08 WIB

Terkini

Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Jumlah Uang Beredar Masih Bertambah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:36 WIB

Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:34 WIB

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:30 WIB

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Lampung | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:23 WIB

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:08 WIB

Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja

Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:00 WIB

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:49 WIB

25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur

25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur

Bali | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:14 WIB

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Foto | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

×