Jarang Diketahui, Berikut 5 Faktor yang Ternyata Juga Bisa Memicu Kanker

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 02 Mei 2022 | 19:51 WIB
Jarang Diketahui, Berikut 5 Faktor yang Ternyata Juga Bisa Memicu Kanker
Ilustrasi kanker (Pexels/Anna Shvets)

Suara.com - Kanker merupakan salah satu penyakit serius yang bisa menyerang semua orang. Itu karena semua orang pada dasarnya memiliki sel kanker dalam tubuh yang bisa aktif bila ada pemicunya.

Sel kanker adalah sel normal tubuh yang berubah menjadi klon ganas karena kelainan internal dalam tubuh atau faktor eksternal yang mempengaruhi tubuh dalam jangka waktu lama.

Faktor-faktor ini bisa menyebabkan kerusakan permanen atau perubahan DNA normal sel. Bisa juga jadi penyebab kerusakan permanen atau perubahan DNA normal sel dari tindakan pengendalian umum yang ada pada sel normal di dalam tubuh.

Hilangnya kontrol pertumbuhan atas sel-sel ini bisa menyebabkan penggandaan tidak terkendali yang mengarah pada apa yang dirasakan sebagai tumor atau kanker.

Dilansir dari Times of India, Dr. Wesley M Jose, Clinical Associate Professor, Medical Oncology & Hematology, Amrita Hospital, Kochi, mengatakan kanker bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal yang umum termasuk, mutasi genetik, hormon, kondisi terkait kekebalan, aktivasi berlebihan dan miskomunikasi faktor pertumbuhan, serta perubahan keturunan.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Faktor eksternal adalah gaya hidup, merokok, konsumsi alkohol, paparan bahan kimia, paparan radiasi, Infeksi virus, hingga perawatan medis sebelumnya dengan obat sitotoksik atau kanker.

Faktor-faktor tersebut dapat bekerja sendiri-sendiri atau bersama-sama untuk membuat sel normal menjadi sel ganas.

Di samping beberapa kondisi yang telah disebutkan, Dr Satyam Taneja, Direktur, Onkologi Bedah, Rumah Sakit Max Patparganj mengatakan, ada banyak faktor lain yang bisa meningkatkan risiko kanker, yakni:

1. Usia

Kanker membutuhkan waktu puluhan tahun untuk berkembang. Karena itu, kebanyakan orang yang didiagnosis menderita kanker berusia 65 tahun ke atas.

Meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, kanker bukan hanya penyakit orang dewasa. Kanker bisa menyerang semua orang dari segala usia.

2. Gaya hidup

Pilihan gaya hidup tertentu diketahui meningkatkan risiko kanker. Merokok, minum alkohol, paparan sinar matahari berlebihan, gemuk, dan berhubungan seks yang tidak aman dapat menyebabkan kanker. Anda dapat mengubah kebiasaan ini untuk menurunkan risiko kanker. 

3. Riwayat keluarga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merokok Menjadi Salah Satu Pemicu Kanker Paru-paru

Merokok Menjadi Salah Satu Pemicu Kanker Paru-paru

Your Say | Senin, 02 Mei 2022 | 12:45 WIB

Kiki Fatmala Divonis Kanker Paru-Paru Stadium 4, Suami Sempat Pikirkan Skenario Terburuk: Warisan Gimana

Kiki Fatmala Divonis Kanker Paru-Paru Stadium 4, Suami Sempat Pikirkan Skenario Terburuk: Warisan Gimana

Entertainment | Minggu, 01 Mei 2022 | 21:30 WIB

Kepalanya Botak Gegara Kemoterapi, Tangisan Aida Saskia Pecah

Kepalanya Botak Gegara Kemoterapi, Tangisan Aida Saskia Pecah

Entertainment | Minggu, 01 Mei 2022 | 17:45 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB