Penggunaan Produk Pembersih Tingkatkan Risiko Masalah Paru-paru, Ini Sebabnya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 08 Mei 2022 | 12:03 WIB
Penggunaan Produk Pembersih Tingkatkan Risiko Masalah Paru-paru,  Ini Sebabnya
Ilustrasi produk pembersih [shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi 20 tahun mengungkapkan hubungan antara penggunaan produk pembersih beracun dan risiko seseorang mengembangkan masalah paru-paru.

Para peneliti menemukan orang yang bekerja sebagai pembersih profesional menggunakan produk pembersih semprot berisiko mengalami kerusakan paru-paru sebanyak orang yang merokok 20 batang sehari.

Hal ini diperkirakan karena bahan kimia dalam produk pembersih yang memperparah selaput lendir di saluran udara.

Profesor Paul Morgan, Direktur Sistem Imunitas di Universitas Cardiff pun menyarankan semua orang untuk menggunakan produk pembersih yang lebih terukur.

"Sistem kekebalan kita perlu belajar untuk merespons kuman sejak dini," kata Paul Morgan dikutip dari The Sun.

Ilustrasi produk pembersih rumah. [CDC/Unsplash]
Ilustrasi produk pembersih rumah. [CDC/Unsplash]

Paparan kuman sehari-hari, debu rumah, dan serbuk sari yang mengaktifkan sistem kekebalan, mendidiknya untuk merespons benda asing tanpa bereaksi terhadap dirinya sendiri.

"Ketika ini gagal, itu membuat individu berisiko terkena alergi dan penyakit lain di kemudian hari yang disebabkan oleh sistem kekebalan buruk," katanya.

Penelitian pun menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di pertanian memiliki sistem kekebalan lebih baik, daripada anak di lingkungan apartemen tanpa hewan peliharaan.

Anda juga perlu tahu bahwa ada bahan beracun, seperti polietilen (plastik yang meleleh) dalam lipstik, triclosan (antibakteri sintetis yang terkait dengan beberapa jenis kanker) dalam deodoran dan methylisothiazolinone (pengawet yang terkait dengan dermatitis) dalam shampo.

Karena tingkat penyerapan bahan kimia di kulit kepala kita 4 kali lebih besar daripada tingkat penyerapan di lengan kita, menyabuni dapat meningkatkan beban racun tubuh kita secara signifikan.

Meskipun kita juga tidak bisa memungkiri tetap membutuhkan produk pembersih untuk kebersihan rumah tangga. Di sisi lain, paparan bahan kimia dalam produk pembersih bisa berdampak buruk.

Tapi, Anda bisa mengambil langkah-langkah dengan mengurangi paparan bahan kimia dari produk pembersih tersebut, seperti mengurangi dosis penggunaannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Bahan Kimia Berbahaya Dalam Makeup dan Skincare Bisa Menurunkan Sistem Kekebalan

Waspada, Bahan Kimia Berbahaya Dalam Makeup dan Skincare Bisa Menurunkan Sistem Kekebalan

Health | Sabtu, 07 Mei 2022 | 12:30 WIB

Mikroplastik Ditemukan di Tubuh Manusia, Dalam Aliran Darah hingga Plasenta

Mikroplastik Ditemukan di Tubuh Manusia, Dalam Aliran Darah hingga Plasenta

Health | Selasa, 03 Mei 2022 | 20:04 WIB

Merokok Menjadi Salah Satu Pemicu Kanker Paru-paru

Merokok Menjadi Salah Satu Pemicu Kanker Paru-paru

Your Say | Senin, 02 Mei 2022 | 12:45 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB