facebook

Selain Orang Dewasa, Anak-anak Juga Berisiko Alami Long Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Selain Orang Dewasa, Anak-anak Juga Berisiko Alami Long Covid-19
Ilustrasi virus corona Covid-19, Long Covid-19 (Pixabay/educadormarcossv)

Studi menemukan anak-anak juga berisiko alami Long Covid-19, bahkan bila terinfeksi tanpa gejala.

Suara.com - Long Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Beberapa ahli mengatakan tidak jelas berapa banyak anak yang mengembangkan Long Covid-19, karena tidak ada cukup penelitian mengenai itu pada kelompok usia ini.

Menurut American Academy of Pediatrics, hampir 13 juta anak dinyatakan positif Covid-19 sejak awal pandemi. Studi menunjukkan bahwa antara 2 hingga 10 persen anak-anak itu mengembangkan Long Covid-19, tetapi jumlahnya mungkin lebih besar.

Banyak orangtua mungkin juga tidak tahu anaknya sudah lama mengidap virus corona atau dokter anak belum mengenalinya. Pada orang dewasa, beberapa penelitian menyebutkan jumlahnya sekitar 30 persen kasus.

"Saya pribadi percaya bahwa ini adalah masalah yang sangat tidak terdiagnosis," kata Dr. Sara Kristen Sexson Tejtel, yang membantu memimpin klinik pediatrik lama di Texas Children's Hospital di Houston dikutip dari CNN.

Baca Juga: Terkena Serangan Jantung, Aktris Kang Soo Yeon Meninggal Dunia pada Usia 55 Tahun

Banyak dokter yang merawat anak-anak di klinik, karena Long Covid-19 di seluruh negeri.

Sayangnya, tidak ada tes khusus untuk mendeteksi Long Covid-19. Sedangkan, tidak jelas anak-anak seperti apa yang akan mengidapnya.

Ilustrasi anak-anak. (Pexels/cottonbro)
Ilustrasi anak-anak. (Pexels/cottonbro)

Karena, hal itu bisa terjadi ketika seorang anak memiliki infeksi virus corona Covid-19 ringan.

"Hal ini mengejutkan, karena betapa banyaka anak-anak yang terinfeksi memiliki berbagai gejala Long Covid-19. Beberapa anak datang dengan gagal jantung setelah infeksi virus corona tanpa gejala," kata Dr. Jeffrey Kahn, kepala Divisi Penyakit Menular Pediatrik.

Dr Kahn menyebutkan satu hal yang membuatnya terkejut ada hal itu biasanya terjadi sekitar empat minggu setelah infeksi, bahkan pada anak tanpa gejala.

Baca Juga: Virus Babi Diduga Kuat Picu Kematian Pasien Transplantasi Jantung Babi Pertama di Dunia

Sejauh ini, tes fungsi paru dan EKG termasuk tes medis yang normal untuk anak-anak dengan Long Covid-19.

Amy Edwards, yang menjalankan klinik panjang Covid pediatrik di UH Rainbow Babies & Children's Hospital di Cleveland, setuju bahwa hal itu sering terjadi.

Bila dibandingkan dengan orang dewasa, masalah Long Covid-19 mereka cenderung lebih jelas dibandingkan anak-anak. Karena, mereka lebih mungkin mengalami disfungsi organ yang terlihat pada tes.

Para dokter pun masih berusaha mencari tahu penyebab Long Covid-19 seperti ini terjadi pada anak-anak.

Mereka juga mencari tahu gejala Long Covid-19 pada anak-anak. Beberapa penelitian pada orang dewasa menunjukkan kisaran 200 gejala Long Covid-19, tetapi tidak ada definisi klinis yang universal.

Di klinik Sexson Tejte di Texas, anak-anak cenderung masuk dalam beberapa kategori. Beberapa mengalami kelelahan, kabut otak, dan sakit kepala parah sebagai gejala Long Covid-19.

Kelompok lain memiliki masalah jantung seperti jantung berdebar-debar, nyeri dada dan pusing, terutama ketika mereka kembali ke aktivitas rutinnya.

Kelompok lain memiliki masalah perut. Banyak dari anak-anak ini juga mengalami perubahan dalam indera perasa dan penciuman sebagai gejala Long Covid-19.

Sexson Tejte mengatakan gejala Long Covid-19 itu tidak sepenuhnya berbeda dari gejala yang dialami orang dewasa, tetapi itu bukan dari keterlibatan sistem organ yang berbeda dengan orang dewasa.

Komentar