facebook

Hepatitis Akut Berkaitan dengan Vaksin Covid-19? IDAI Beri Penjelasan

Ruth Meliana Dwi Indriani
Hepatitis Akut Berkaitan dengan Vaksin Covid-19? IDAI Beri Penjelasan
Ilustrasi Hepatitis Akut. (Elements Envato)

"Karena sebagian besar dari kasus yang muncul saat ini belum divaksin. Justru belum divaksin karena kebanyakan adalah anak di bawah umur enam tahun," jelas IDAI.

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali angkat berbicara mengatakan hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak di dunia. IDAI membantah adanya kaitan antara hepatitis akut dengan vaksin Covid-19.

Hepatitis akut yang belum diketahui atau acute hepatitis of unknown aetiology ini sekarang sudah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

IDAI menjelaskan, hepatitis akut yang menyerang anak-anak tidak bukan karena vaksinasi Covid-19. Pasalnya, sebagian kasus yang muncul berasal dari anak-anak yang belum menerima vaksin Covid-19.

"Hepatitis akut berat ini tidak dikaitkan dengan vaksin COVID-19," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI Dr dr Muzal Kadim, SpA(K) dalam wawancara dengan media yang diikuti virtual dari Jakarta, Sabtu (7/5/2022).

Baca Juga: Serang Anak-anak, Hepatitis Akut Misterius Tak Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19

"Karena sebagian besar dari kasus yang muncul saat ini belum divaksin. Justru belum divaksin karena kebanyakan adalah anak di bawah umur enam tahun," lanjutnya.

Bahkan, ujarnya, kasus yang ditemukan di Inggris terdapat pasien yang berusia di bawah dua tahun, menjadikan mereka belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Terkait isu hubungan hepatitis akut dengan virus corona, ia mengatakan bahwa memang hal itu masih dalam kategori dugaan apakah kejadian tersebut terjadi secara bersamaan (coincidence) atau sebagai penyebab langsung.

"Itu masih merupakan dugaan karena selama ini Covid-19 tidak pernah menimbulkan gejala seperti yang hepatitis akut berat ini," jelasnya.

Terkadang terjadi kasus di mana terjadi secara bersamaan di mana pasien ditemukan memiliki virus SARS-CoV-2 dan adenovirus, yang diduga menyebabkan hepatitis akut bergejala berat tersebut.

Baca Juga: Hepatitis Misterius tak Ada Kaitan dengan Vaksin COVID-19, IDAI: Yang Terinfeksi Justru Belum Divaksin

"Sampai saat ini WHO dan beberapa negara masih melakukan investigasi penyebab pastinya," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan setelah WHO menyatakan kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di beberapa negara sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada 15 April 2022.

Di Indonesia, tiga pasien anak meninggal dunia saat dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya hingga 30 April 2022. [ANTARA]

Komentar