Array

Gara-Gara Infeksi Virus Corona Covid-19, Bon Jovi Tak Bisa Nyanyi selama 2 Minggu

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:06 WIB
Gara-Gara Infeksi Virus Corona Covid-19, Bon Jovi Tak Bisa Nyanyi selama 2 Minggu
Bon Jovi. [Shutterstock]

Suara.com - Baru-baru ini, penyanyi Bon Jovi menceritakan pengalamannya terinfeksi virus corona Covid-19 dan efeknya pada kehidupannya. Ia mengenang momennya terinfeksi virus corona Covid-19 yang membuatnya rapuh.

Meskipun Bon Jovi sudah mendapatkan antibodi monoklonal dan vaksin Covid-19 ganda, ia tetap merasakan efek yang cukup buruk ketika terinfeksi virus corona Covid-19.

"Sekarang saya menyadari bawa virus corona Covid-19 ini sangat mempengaruhi kehidupan, tanpa memandang Anda masih muda atau sudah tua," kata Bon Jovi dikutip dari Express.

Infeksi virus corona membuatnya harus menunda peluncuran karyanya. Beruntungnya, Bon Jovi segera membaik dari infeksi virus corona Covid-19 tanpa gejala parah.

Meski tanpa gejala parah, Bon Jovi mengakui virus corona Covid-19 cukup mempengaruhi proses latihannya, sehingga ia harus menunda kegiatannya.

Bon Jovi menggelar konser di Brasil tahun 2013. (AFP)
Bon Jovi menggelar konser di Brasil tahun 2013. (AFP)

"Virus corona Covid-19 ini membuat saya tidak bisa bernyanyi setidaknya selama 2 minggu, itu hal terbesar dalam kehidupanku. Untungnya, saya bisa melewatinya," katanya.

Sejak awal pandemi, para ilmuwan telah mencoba mencari tahu mengapa beberapa orang mengalami gejala virus corona Covid-19 yang parah dan lainnya tidak.

Sebuah studi yang diterbitkan di Science Immunology menunjukkan bagaimana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap virus itu sendiri yang menentukan risiko gejala parah.

Para peneliti Imperial College London menemukan peningkatan kadar sitokin inflamasi dalam kasus virus corona Covid-19 yang parah, terutama Interleukin 6 dan faktor perangsang koloni granulosit makrofag.

Baca Juga: Penelitian AS: Virus Corona Covid-19 Perburuk Kondisi Asma pada Anak-Anak

Selama seseorang terinfeksi, sitokin dapat membantu menjebak bakteri dan virus berbahaya di dalam tubuh dan bekerja untuk menyembuhkan tubuh.

Tapi, pelepasan protein yang tidak terkendali dapat memicu badai sitokin, di mana terlalu banyak peradangan mulai mempengaruhi sel dan organ.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI