Berisiko Pembekuan Darah Langka, BPOM AS Batasi Penggunaan Vaksin Janssen

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:18 WIB
Berisiko Pembekuan Darah Langka, BPOM AS Batasi Penggunaan Vaksin Janssen
Ilustrasi vaksin. Foto oleh Nataliya Vaitkevich dari Pexels

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Amerika Serikat, yakni FDA batasi penggunaan vaksin Johnson and Johnson atau vaksin Janssen terkait dengan pembekuan darah langka.

Melalui website resminya, pada 5 Mei 2022 FDA merilis pemberitahuan terkait vakin Janssen yang berisiko sebabkan sindrom trombositopenia (TTS), atau sindrom pembekuan darah langka, yang berpotensi kematian.

Menurut FDA, dugaan pembekuan darah karena vaksin Janssen ini, terjadi satu hingga dua minggu setelah pemberian vaksin Janssen untuk Covid-19.

Meski ada temuan ini, FDA tetap meyakini manfaat vaksin Janssen jauh lebih besar untuk mencegah Covid-19, dibanding potensi risiko pembekuan darah yang terjadi.

Ilustrasi vaksin covid-19, Efek Samping Vaksin Covid-19 Pada Anak (Freepik)
Ilustrasi vaksin covid-19, Efek Samping Vaksin Covid-19 Pada Anak (Freepik)

Inilah sebabnya, FDA hanya akan menggunakan vaksin Janssen pada kondisi tertentu yang tidak berisiko sebabkan pembekuan darah, seperti penerima vaksin 18 tahun ke atas tanpa penyakit komorbid tertentu.

“Kami menyadari bahwa vaksin Janssen COVID-19 masih berperan dalam respons pandemi saat ini di Amerika Serikat dan di seluruh komunitas global. Tindakan kami mencerminkan analisis terbaru kami tentang risiko TTS setelah pemberian vaksin ini dan membatasi penggunaan vaksin untuk individu tertentu,” kata Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, Peter Marks, MD, Ph.D dikutip suara.com, Selasa (10/5/2022).

Kini, FDA juga sudah mengubah rekomendasi pemberian vaksin Covid-19, termasuk penggunaan vaksin Janssen untuk golongan tertentu.

Sementara itu, kronologi temuan pembekuan darah langka didapatkan FDA dan CDC melalui laporan 6 kasus TTS pada 13 April 2021 lalu.

Selanjutnya, 23 April 2021 dilakukan evaluasi keamanan menyeluruh, dan ditemukan total 15 kasus TTS. Termasuk 6 kasus pertama dari pemberian 8 juta dosis ke masyarakat.

baca juga

Namun karena risikonya lebih rendah dibanding manfaatnya, maka FDA tetap memberikan vaksin Janssen, tapi dengan batasan dan kriteria tertentu.

"Kami telah memantau dengan cermat Vaksin Janssen Covid-19 dan kemunculan TTS setelah pemberiannya dan telah menggunakan informasi terbaru dari sistem pengawasan keamanan kami untuk merevisi EUA," tutup Marks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FDA Amerika Serikat: Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Pertama untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

FDA Amerika Serikat: Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Pertama untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Health | Selasa, 26 April 2022 | 17:50 WIB

Golongan Darah A, B, dan AB Lebih Berisiko Terkena Penyakit Jantung Dibanding Tipe O, Kok Bisa?

Golongan Darah A, B, dan AB Lebih Berisiko Terkena Penyakit Jantung Dibanding Tipe O, Kok Bisa?

Health | Minggu, 17 April 2022 | 08:16 WIB

Hits Health: Risiko Lansia Tinggal Sama Cucu, Pembekuan Darah Langka Akibat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Hits Health: Risiko Lansia Tinggal Sama Cucu, Pembekuan Darah Langka Akibat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Health | Kamis, 14 April 2022 | 09:25 WIB

Terkini

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

×