facebook

Belum Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Pandemi? Ahli Ungkap Penyebabnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Belum Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Pandemi? Ahli Ungkap Penyebabnya!
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Para ahli sedang mencari tahu penyebab beberapa orang belum pernah terinfeksi Covid-19 selama lebih dari 2 tahun pandemi.

Suara.com - Selama lebih dari 2 tahun pandemi, beberapa orang mungkin masih belum terinfeksi Covid-19. Fenomena ini pun masih menjadi salah satu misteri terbesar pandemi Covid-19.

Para ilmuwan di seluruh dunia sedang menyelidiki orang-orang yang belum pernah terinfeksi virus corona Covid-19 sejauh ini.

András Spaan, ahli mikrobiologi klinis dan rekan di Universitas Rockefeller di New York, mengatakan sebuah studi internasional telah mendaftarkan 700 peserta dan menyaring lebih dari 5.000 orang yang berpotensi kebal terhadap virus corona Covid-19.

Bob Wachter, profesor dan ketua departemen kedokteran di University of California di San Francisco, mengatakan orang-orang seperti itu harus diwaspadai.

Baca Juga: Gara-Gara Infeksi Virus Corona Covid-19, Bon Jovi Tak Bisa Nyanyi selama 2 Minggu

Orang-orang yang selalu memakai masker di ruang publik dalam ruangan, patuh vaksin Covid-19 dua kali dan booster, sering melakukan tes Covid-19 dan menghindari pertemuan atau perjalanan berisiko tinggi mungkin memiliki peluang lebih kecil untuk tertular virus corona Covid-19.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Rendahnya tingkat komunitas yang tersebar di wilayah tertentu atau kemampuan untuk bekerja dari rumah mungkin juga telah melindungi beberapa orang dari virus corona lebih baik daripada lainnya.

Selain itu dilansir dari Times of India, beberapa orang mungkin melawan virus lebih cepat karena memiliki antibodi yang sudah ada sebelumnya dan sel kekebalan memori yang mengenali virus.

Beberapa orang dengan sistem kekebalan tubuh kuat mungkin juga tidak terinfeksi virus corona ketika banyak kasus positif Covid-19, sekalipun tidak memakai masker.

Ada pula hipotesis yang menyatankan bahwa beberapa orang mungkin memiliki lebih sedikit reseptor di hidung, tenggorokan, dan paru-paru mereka untuk mengikat virus.

Baca Juga: Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Stroke Mata, Apa Itu?

Para ahli pun berharap dengan mempelajari kondisi orang-orang yang terhindar dari virus corona Covid-19 ini bisa memberikan petunjuk baru. Misalnya, gen mereka mungkin bisa mencegah orang lain terinfeksi virus corona.

Langkah ini juga bisa membantu mengobati mereka yang tertular virus, sehingga ditemukanlah pengobatan yang lebih baik dan efektif.

Komentar