Masuk Lewat Salur Cerna, Ini Tips Cegah Hepatitis Akut Pada Anak

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 11 Mei 2022 | 13:15 WIB
Masuk Lewat Salur Cerna, Ini Tips Cegah Hepatitis Akut Pada Anak
Ilustrasi seorang anak yang mengenakan masker sedang mencuci tangan. (Pixabay)

Suara.com - Ditemukannya hepatitis misterius di berbagai negara, termasuk diduga di Indonesia, menimbulkan kekhwatiran. Hal tersebut lantaran, hepatitis akut ini dilaporkan lebih banyak menyerang usia anak.

Meski demikian, sebenarnya ada cara untuk bisa mencegahnya. Dikutip dari ANTARA, Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp. A mengatakan, bahwa pakai masker dan cuci tangan bisa menjadi salah satu cara. 

"Karena beberapa virus bisa menular melalui udara (seperti penyebab COVID-19), jadi pencegahan seperti pada virus yang menular melalui udara seperti menghindari kerumunan, pakai masker dengan benar terutama di daerah-daerah tertutup, cuci tangan juga tetap dikerjakan," ujar dia dikutip dari ANTARA, Rabu, (11/5/2022). 

Annisa mengatakan, saluran cerna juga menjadi sarana penularan hepatitis sehingga mencuci tangan dengan air dan sabun, memastikan makanan yang dimakan matang dan bersih serta menggunakan alat makan sendiri-sendiri termasuk strategi pencegahan yang perlu orang-orang lakukan.

Ilustrasi hepatitis akut (Elements Envato)
Ilustrasi hepatitis akut (Elements Envato)

"Penularan ke saluran cerna itu dimulai dari mulut, apa yang dimakan. Usahakan makan makanan matang, bersih. Untuk alat makan, usahakan menggunakan alat sendiri," kata dia.

Dia juga menyarankan orang-orang tidak membuang popk bekas pakai anak ke sembarang tempat agar virus penyebab hepatitis yang mungkin ada di dalam feses tidak menyebar.

Hepatitis merupakan peradangan pada hati sehingga menimbulkan kerusakan sel-sel hati yang berfungsi untuk metabolisme tubuh, detoks racun dan lainnya. Sel-sel hati yang rusak dapat berakibat tidak lagi berfungsi dan normal.

Berbicara penyebab, umumnya hepatitis disebabkan virus hepatitis A, B, C, D hingga E, kemudian obat-obatan tertentu dan penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan peradangan hati. Namun, pada kasus hepatitis akut dan berat yang ditemukan pada anak-anak di beberapa negara termasuk Inggris, Irlandia Utara, Spanyol, Amerika Serikat dan Indonesia, penyebab-penyebab ini tidak ditemukan.

Hipotesis awal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni adenovirus atau sekelompok virus umum yang menyebar pada orang-orang dan menyebabkan gejala pernapasan, muntah, dan diare pada anak-anak.

baca juga

Di sisi lain, faktor-faktor seperti peningkatan kerentanan di kalangan anak kecil setelah tingkat sirkulasi adenovirus yang lebih rendah selama pandemi COVID-19, potensi munculnya adenovirus baru, serta koinfeksi SARS-CoV-2 saat ini masih diselidiki lebih lanjut apakah juga termasuk sebagai penyebab oleh WHO.

Menurut WHO, walau bukan penyakit umum, tetapi orang-orang terutama yang memiliki anak perlu mewaspadai gejala hepatitis seperti diare akut, muntah, sakit perut dan penyakit kuning (kulit dan bagian putih mata menjadi kuning).

Langkah-langkah seperti mencuci tangan rutin, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar dikatakan dapat membantu mengurangi penyebaran hepatitis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Anak Kena Hepatitis, Dokter Ingatkan Pakai masker hingga Cuci Tangan

Cegah Anak Kena Hepatitis, Dokter Ingatkan Pakai masker hingga Cuci Tangan

Jogja | Rabu, 11 Mei 2022 | 12:55 WIB

Kasus Hepatitis Misterius di Bekasi, Dinkes Ungkap Fakta Baru

Kasus Hepatitis Misterius di Bekasi, Dinkes Ungkap Fakta Baru

Bekaci | Rabu, 11 Mei 2022 | 12:46 WIB

Gejala Hepatitis Diawali Masalah Saluran Cerna, Dokter Sarankan Segera Tangani Nyeri Perut hingga Diare

Gejala Hepatitis Diawali Masalah Saluran Cerna, Dokter Sarankan Segera Tangani Nyeri Perut hingga Diare

Jogja | Rabu, 11 Mei 2022 | 12:41 WIB

Terkini

Viral Info BPJS Kesehatan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, Ini Fakta Sebenarnya

Viral Info BPJS Kesehatan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, Ini Fakta Sebenarnya

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Konsisten Buyback Saham, BRI Optimistis Fundamental Perseroan Menopang Pertumbuhan Jangka Panjang

Konsisten Buyback Saham, BRI Optimistis Fundamental Perseroan Menopang Pertumbuhan Jangka Panjang

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:16 WIB

Arti Mimpi Ketinggalan Kereta atau Pesawat Pertanda Apa?

Arti Mimpi Ketinggalan Kereta atau Pesawat Pertanda Apa?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga

Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:15 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:14 WIB

BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya

BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Didorong Saat Mogok? Ini Penyebab Teknis dan Bahayanya

Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Didorong Saat Mogok? Ini Penyebab Teknis dan Bahayanya

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:08 WIB

BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham

BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham

Kalbar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:08 WIB

ASN Bakal Dapat Jatah WFA Selama Nataru, Ini Tanggal yang Diusulkan

ASN Bakal Dapat Jatah WFA Selama Nataru, Ini Tanggal yang Diusulkan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut

Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:04 WIB

×