Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Didorong Saat Mogok? Ini Penyebab Teknis dan Bahayanya

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:08 WIB
Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Didorong Saat Mogok? Ini Penyebab Teknis dan Bahayanya
Mobil listrik Vinfast VF5 diperkenalkan di arena IIMS 2024 Kamis (15/2/2024). [Suara.com/Liberty Jemadu]
baca 10 detik
  • Taksi listrik mogok di Stasiun Bekasi Timur tidak bisa didorong karena transmisinya terkunci secara elektronik.
  • Aki 12 Volt yang lemah membuat komputer gagal memindahkan gigi transmisi ke posisi Netral.
  • Evakuasi mobil listrik mogok harus menggunakan truk derek gendong agar tidak merusak komponen internal.

Suara.com - Kehadiran mobil listrik di jalanan Indonesia kian masif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah elektrik.

Namun, di balik beragam fitur canggih dan efisiensi yang ditawarkannya, mobil listrik menyimpan karakter teknis yang sangat berbeda dibanding mobil bensin konvensional.

Perbedaan ini sering kali baru disadari pengemudi saat kendaraan mengalami situasi darurat, seperti mogok atau mati total di tengah jalan.

Sempat Memicu Tragedi

Salah satu peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik adalah tragedi mogoknya taksi listrik di perlintasan kereta api Stasiun Bekasi Timur.

Dalam insiden tersebut, kendaraan yang mati dilaporkan tidak bisa didorong untuk digeser ke area aman. Kejadian ini memicu pertanyaan di kalangan awam: mengapa mobil listrik yang mogok sangat sulit atau bahkan sama sekali tidak bisa didorong secara manual?

Penyebab utama kendaraan listrik "terkunci" saat mati total terletak pada sistem transmisinya yang bekerja secara elektronik atau shift-by-wire.

Vinfast VF 8 (Carscoops)
Vinfast VF 8 (Carscoops)

Sistem Mati, Mobil "Ngunci"

Berbeda dengan mobil berteknologi konvensional yang menggunakan tuas mekanis langsung ke girboks, pemindahan posisi gigi pada mobil listrik sepenuhnya diatur oleh komputer kendaraan.

baca juga

Untuk mengubah posisi gigi dari Parkir (P) ke Netral (N), komputer membutuhkan pasokan arus listrik.

Uniknya, sistem pemindah gigi elektronik dan komputer pengendali ini tidak ditenagai oleh baterai utama yang berukuran besar di kolong mobil, melainkan disuplai oleh aki kecil bertegangan 12 Volt.

Ketika kendaraan mengalami mogok akibat aki 12 Volt ini lemah atau soak, komputer tidak dapat menerima maupun memproses perintah untuk memindahkan transmisi ke posisi Netral.

Akibatnya, transmisi otomatis akan terkunci di posisi Parkir (Park Lock) sehingga roda penggerak tidak bisa berputar bebas.

Selain masalah transmisi, fitur keselamatan otomatis juga menjadi alasan mengapa roda kendaraan langsung mengunci rapat.

Mayoritas mobil listrik modern telah dilengkapi dengan rem parkir elektrik atau Electronic Parking Brake (EPB).

Saat sistem kelistrikan mendadak mati, fitur EPB akan secara otomatis aktif mengunci roda guna mencegah mobil menggelinding bebas.

Penguncian rem secara otomatis ini sebenarnya dirancang sebagai bagian dari sistem keselamatan bawaan kendaraan.

Namun ketika terjadi kondisi darurat, fitur ini membuat kendaraan listrik seolah "membeku" di tempat dan sangat keras untuk digeser walaupun didorong oleh banyak orang.

Tak Bisa Didorong Paksa

Bahkan jika rem parkir berhasil dilepas, memaksakan diri untuk mendorong mobil listrik yang mati tetap menyimpan risiko kerusakan komponen yang sangat mahal.

Pada kendaraan listrik, motor penggerak terhubung secara langsung dengan poros roda. Jika roda dipaksa berputar saat sistem kontrol kendaraan mati, motor listrik akan berubah fungsi menjadi generator mendadak (generator effect).

Putaran roda tersebut akan menghasilkan arus listrik induksi bertegangan tinggi yang terlempar kembali secara tidak teratur ke komponen elektronik sensitif, seperti inverter.

Kerusakan pada inverter akibat lonjakan arus balik ini berisiko bersifat permanen dan membutuhkan biaya penggantian yang sangat besar.

Faktor bobot kendaraan yang lebih berat akibat paket baterai serta matinya sistem power steering dan brake assist semakin menambah tingkat kesulitan jika kendaraan didorong secara manual.

Oleh karena itu, penanganan darurat saat mobil listrik mogok membutuhkan prosedur khusus. Kendaraan listrik dilarang keras diderek menggunakan tali atau ditarik biasa di jalan raya karena dapat merusak sistem pengereman regeneratif.

Metode evakuasi yang benar dan aman adalah menggunakan truk derek gendong (flatbed) atau towing dolly sehingga seluruh roda kendaraan terangkat penuh dari permukaan jalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Deepal S07 Siap Bertarung di Segmen SUV Listrik Medium

Deepal S07 Siap Bertarung di Segmen SUV Listrik Medium

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Terkini

BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham

BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham

Kalbar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:08 WIB

ASN Bakal Dapat Jatah WFA Selama Nataru, Ini Tanggal yang Diusulkan

ASN Bakal Dapat Jatah WFA Selama Nataru, Ini Tanggal yang Diusulkan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut

Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Jaro Ade : 417 Siswa SMP di Dramaga dan Petir Diduga Keracunan MBG

Jaro Ade : 417 Siswa SMP di Dramaga dan Petir Diduga Keracunan MBG

Jabar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026

Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Review The Rope Curse 4: Hadirkan Kisah Kutukan Tali Gantung dan Kuntilanak

Review The Rope Curse 4: Hadirkan Kisah Kutukan Tali Gantung dan Kuntilanak

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Kemenperin Usulkan Insentif Mobil Hybrid Tahun Ini

Kemenperin Usulkan Insentif Mobil Hybrid Tahun Ini

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:57 WIB

4 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Air Hujan agar Kembali Rapi dan On Point Lagi

4 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Air Hujan agar Kembali Rapi dan On Point Lagi

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Krisis Validasi Emosi Gen Z: Slang Digital Jadi Penyelamat Dinamika Mental

Krisis Validasi Emosi Gen Z: Slang Digital Jadi Penyelamat Dinamika Mental

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:51 WIB

×