facebook

Akibat Kebiasaan Hirup Deodoran Spray, Anak Perempuan Ini Meninggal Dunia

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Akibat Kebiasaan Hirup Deodoran Spray, Anak Perempuan Ini Meninggal Dunia
Ilustrasi deodoran spray (Pixabay.com/ DaModernDaVinci)

Seorang anak perempuan meninggal dunia akibat efek buruk dari kebiasaan menghirup deodoran spray.

Suara.com - Seorang wanita Australia menceritakan putrinya yang berusia 16 tahun meninggal dunia setelah menghirup deodoran semprot. Kini, ia pun memperingatkan semua orangtua untuk berhati-hati menggunakan deodoran semprot.

Anne Ryan menemukan anaknya, Brooke Ryan, terbaring telungkup di lantai kamar tidurnya pada 3 Febuari 2022 di rumahnya. Saat itu, Ryan yakin anaknya meninggal karena sindrom kematian mendadak dan menderita serangan jantung.

Sedangkan, kematian mendadak akibat menghirup deodoran spray bisa terjadi pada orang muda yang sehat setelah satu sesi penggunaan inhalansia tersebut.

Institut Nasional Penyalahgunaan Narkoba memperkirakan bahwa antara 100 dan 200 orang Amerika meninggal karena menghirup deodoran spray atau inhalasi per tahun.

Baca Juga: Orang dengan Varian Omicron Berisiko Terinfeksi Subvarian dalam 2 Bulan

Brooke merupakan salah satu korban meninggal terakhir dari penyalahgunaan inhalansia atau menghirup deodoran spray.

deodoran spray (shutterstock)
deodoran spray (shutterstock)

"Setiap kali saya bangun, saya selalu memikirkannya. Saya selalu berharap dia kembali, tetapi tidak bisa," kata Ryan dikutip dari News Week.

Ryan bercerita bahwa Brooke adalah anak yang penuh semangat dan memiliki banyak cita-cita, yakni ingin menjadi pengacara, fisioterapis dan ahli kecantikan.

Tapi, Brooke memiliki masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan yang makin parah sejak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Ibu dan anggota keluarga lainnya tidak tahu kalau Brooke memiliki kebiasaan menghirup deodoran spray. Kini, ia pun memberi tahu semua orangtua tanda-tanda seseorang menyalahgunakan inhalansia seperti itu, antara lain:

Baca Juga: Cegah Penyebaran COVID-19 di Asia Tenggara, Sertifikat Vaksinasi Perlu Miliki Standar yang Sama

  1. Sering sakit kepala
  2. Penggunaan deodoran atau semprotan aerosol lainnya secara berlebihan
  3. Noda dan bau kimia pada handuk dan pakaian
  4. Disorientasi atau bicara cadel
  5. Mual atau kehilangan nafsu makan

Komentar