facebook

Terlalu Lama Menonton TV Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Ini Sebabnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Terlalu Lama Menonton TV Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Ini Sebabnya!
Ilustrasi orang menonton TV (Shutterstock)

Penelitian menemukan terlalu lama menonton TV meningkatkan risiko penyakit jantung.

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan 1 dari 10 kasus penyakit jantung bisa dicegah dengan mengurangi kebiasaan menonton TV.

Duduk lama untuk menonton TV justru mengurangi kemampuan tubuh membakar kalori yang diperoleh dari makan malam. Terlebih, bila Anda menonton TV sambil mengonsumsi keripik, cokelat atau camilan lainnya.

Sebuah studi Universitas Cambridge memperkirakan 11 persen kasus penyakit jantung koroner dapat dicegah dengan membatasi kebiasaan menonton TV kurang dari 1 jam sehari.

"Membatasi jumlah waktu menonton TV sama halnya dengan melakukan perubahan gaya hidup yang relatif ringan, tetapi efeknya luar biasa," kata Dr Youngwon Kim, dari Universitas Hong Kong dikutip dari The Sun.

Baca Juga: WHO Klaim Tidak Ada Bukti Virus Cacar Monyet Telah Bermutasi, Ini Penjelasannya

Dr Katrien Wijndaele dari Cambridge menambahka penyakit jantung koroner adalah salah satu penyebab utama kematian dini, sehingga menemukan cara untuk membantu orang mengelola risiko mereka itu sangat penting.

Ilustrasi penyakit jantung. [Envato]
Ilustrasi penyakit jantung. [Envato]

Penyakit jantung salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu faktor risiko utamanya adalah tidak cukup berolahraga dan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk duduk.

Merokok, tekanan darah tinggi atau kolesterol dan diabetes juga dapat merusak arteri. Penelitian terhadap 370.000 orang di Inggris menemukan bahwa menonton TV selama empat jam atau lebih setiap hari menyebabkan risiko penyakit tertinggi.

Mengurangi waktu menonton TV setidaknya 1 jam membantu menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 16 persen.

Baca Juga: Serentak, ASN Samarinda Disuntik Vaksin Booster Covid-19

Komentar