Manfaat Buah Kawista dan Pengolahannya, Sudah Tahu?

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 25 Mei 2022 | 08:40 WIB
Manfaat Buah Kawista dan Pengolahannya, Sudah Tahu?
Ilustrasi gambar manfaat buah kawista dan pengolahannya. (hellosehat)

Suara.com - Kawista atau yang memiliki nama ilmiahnya Limonia acidissima syn ini merupakan pohon yang masih berkerabat dekat dengan jeruk. Tanaman yang hidup di India selatan dan Asia Tenggara ini tahan di kondisi buruk dan tahan penyakit. Adapun manfaat buah kawista dan pengolahannya yakni sebagai berikut.

Secara umum, pohon kawista ini dikenal dengan nama Kawista. Di beberapa daerah di Jawa disebut Kawis sedangkan di Bali pohon ini disebut Kusta. Sedangkan pohon ini di India dikenal dengan nama Indian Elephant Woodapple atau Apple.

Pohon Kawista (Kawis) ini menyukai daerah kering. Batangnya relatif kecil dan tingginya bisa mencapai 12 kaki dengan cabang dan ranting yang ramping, serta memiliki kebiasaan menggugurkan daunnya. Cabang kawista (Limonia acidissima) biasanya ditumbuhi duri. 

Kawista biasanya bunganya bergerombol dengan warna putih atau hijau dan merah. Buah kawista ini berbentuk bulat, berkerak dan bersisik, berwarna putih dan coklat. Daging buah berwarna coklat kehitaman yang memiliki rasa cenderung asam dan manis. 

Umumnya, buah kawista yang sudah cukup matang akan rontok dengan sendirinya. Karena kulit buahnya keras, buah yang jatuh sekalipun tidak akan rusak. Adapun manfaat buah kawista dan pengolahannya yang dihimpun dari berbagai sumber yakni sebagai berikut.

Buah kawista (Envato Elements)
Buah kawista (Envato Elements)

Manfaat Buah Kawista 

Buah unik ini memiliki manfaat untuk mengobati berbagai penyakit, khususnya buah kawista yang sudah matang. Nah berikut ini manfaat buah kawista.

  • Sebagai obat penurun panas
  • Menambah tenaga atau energi pada tubuh
  • Sebagai obat sakit perut
  • Meredakan gejala menstruasi berat
  • Mengobati gangguan hati
  • Mengobati gigitan dan sengatan hewan
  • Mengobati mual

Pengolahan Buah Kawista

Di Indonesia, pohon kawista telah dibudidayakan dan tumbuh alami secara liar di pekarangan dan kebun. Di beberapa negara seperti Sri Lanka, bahkan telah dibudidayakan atau diolah menjadi krim kawista, sehingga menjadi salah satu komoditas ekspor.

Buah kawista ini bisa dimakan langsung. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi berbagai komoditas seperti sirup dan dodol dengan rasa yang khas. Di India, buah ini juga kerap dimanfaat untuk minuman seperti jus.

Demikian ulasan mengenai manfaat buah kawista dan pengolahannya yang menarik untuk diketahui. Apakah Anda pernah mencicipi buah kawista?

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali 3 Khasiat Penting Minum Teh Buah Kawista bagi Kesehatan

Kenali 3 Khasiat Penting Minum Teh Buah Kawista bagi Kesehatan

Your Say | Selasa, 24 Mei 2022 | 19:24 WIB

4 Manfaat Buah Kedondong, Bisa Jadi Obat Batuk Alami

4 Manfaat Buah Kedondong, Bisa Jadi Obat Batuk Alami

Health | Senin, 23 Mei 2022 | 16:38 WIB

10 Makanan Khas Karawang: Kawista Madu, Gandasturi, Hingga Bolu Kijing

10 Makanan Khas Karawang: Kawista Madu, Gandasturi, Hingga Bolu Kijing

Bekaci | Selasa, 28 September 2021 | 18:20 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB