Studi: Konsumsi Daging Harus Diturunkan Setidaknya 75% Untuk Mencegah Perubahan Iklim

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:21 WIB
Studi: Konsumsi Daging Harus Diturunkan Setidaknya 75% Untuk Mencegah Perubahan Iklim
Ilustrasi Perubahan Iklim. (Freepik.com/vhotomax)

Suara.com - Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh University of Bonn, di Jerman, menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan iklim dan mengamankan kelangsungan pangan global, konsumsi daging harus dikurangi setidaknya sebesar 75% dari sekarang.

Para peneliti dari Universitas Bonn meninjau studi terbaru mengenai beberapa aspek konsumsi dan produksi daging, mulai dari pengaruhnya terhadap lingkungan dan dampak terhadap iklim, hingga terhadap kesehatan masyarakat serta dampak ekonominya.

Menurut kesimpulan studi mereka, khususnya di negara-negara dengan konsumsi daging yang banyak, pengurangan secara signifikan bukan hanya disarankan, namun juga penting untuk mengurangi dampak dari industri peternakan.

“Memulai pola makan sehari-sehari kita dengan berbasis nabati, terutama dengan biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan polong-polongan, merupakan salah satu cara paling efisien untuk melindungi kesehatan kita, planet kita, dan ketahanan pangan global”, ungkap Among Prakosa, Manajer Program Nutrisi Esok Hari, sebuah program yang memberi bantuan gratis dan kolaboratif kepada institusi yang ingin menyajikan menu berbasis nabati di tempat mereka.

Pada tahun 2050, kata dia, kita harus memberi makan untuk 10 miliar orang di seluruh dunia, dan hal tersebut tidak mungkin dicapai dengan sistem pangan yang kita miliki saat ini.

Menurut laporan Komisi EAT-Lancet, sistem pangan yang selaras dengan tujuan lingkungan dan nutrisi manusia, bersumber lebih dari 90%-nya berbasis nabati.

Sekitar 80% dari semua lahan pertanian secara global digunakan untuk industri peternakan. Namun, produk hewani hanya mewakili 37% protein dan 20% kalori yang dikonsumsi orang di seluruh dunia.

"Tentu hal tersebut sama sekali tidak efisien, terutama untuk industri yang menyumbang 57% dari emisi gas rumah kaca dari semua produksi pangan”, ungkap Among, mengutip laporan tersebut.

Untuk mencapai rekomendasi pengurangan konsumsi daging sebanyak 75%, para peneliti dari studi yang berasal dari Universitas Bonn ini merekomendasikan inisiatif seperti pajak untuk produk daging dan mengadopsi pelajaran mengenai konsumsi berkelanjutan dalam kurikulum sekolah.

baca juga

"Di Indonesia, program Nutrisi Esok Hari membantu lembaga swasta dan publik meningkatkan kesadaran di kalangan siswa dan guru untuk mendorong mereka mengurangi konsumsi daging atau produk hewani. Hal ini kami lakukan secara gratis dengan bantuan ahli gizi dan juga juru masak profesional", tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perubahan Iklim Ancam Pertahanan Keamanan Global, Moeldoko: GPDRR Harus Temukan Solusi Konkret

Perubahan Iklim Ancam Pertahanan Keamanan Global, Moeldoko: GPDRR Harus Temukan Solusi Konkret

News | Selasa, 24 Mei 2022 | 10:55 WIB

Bahas Perubahan Iklim di Pertemuan ASEAN, Jokowi Bawa 3 Poin Penting

Bahas Perubahan Iklim di Pertemuan ASEAN, Jokowi Bawa 3 Poin Penting

News | Sabtu, 14 Mei 2022 | 07:55 WIB

Tekan Perubahan Iklim, Indonesia Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Nuklir dan Hidrogen

Tekan Perubahan Iklim, Indonesia Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Nuklir dan Hidrogen

News | Rabu, 11 Mei 2022 | 14:21 WIB

Terkini

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

×