facebook

Ridho Rhoma Akui Pakai Ekstasi untuk Menurunkan Berat Badan, Manjurkah?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Ridho Rhoma Akui Pakai Ekstasi untuk Menurunkan Berat Badan, Manjurkah?
Ridho Rhoma (Instagram @ridho_rhoma)

Selain itu, narkoba juga membuat Ridho Rhoma lebih berstamina ketika menjalani aktivitas melelahkan.

Suara.com - Putra pedangdut Rhoma Irama, Risho Rhoma, akui menggunakan narkoba untuk membakar lemak atau menurunkan berat badan.

"I was using it for two reasons. Fat burn, that's one (Gue menggunakan narkoba untuk dua alasan. Pertama, untuk bakar lemak)," kata Ridho Rhoma dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier pada Sabtu (28/5/2022).

Selain itu, narkoba juga membuatnya lebih berstamina ketika menjalani aktivitas melelahkan.

"And I was doing projek yang melelahkan, start dari pagi selesai sampai pagi. And then continue kayak gitu setiap pagi. So I don't have that energy (jadi gue gak punya tenaga tersebut)," sambungnya.

Baca Juga: Bekuk 2 Bandar Narkoba di Jakbar, Polisi Amankan 3 Kg Sabu dan 11 Ribu Pil Ekstasi

Tahun lalu, Ridho Rhoma ditangkap polisi atas penyalahgunaan narkoba pada 4 Februari 2021. Polisi mendapat barang bukti berupa 3 butir ekstasi, yang tersimpan dikantong celana sang penyanyi.

Ridho Rhoma bebas dari Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Ridho Rhoma bebas dari Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Dari penjelasan sang penyanyi tersebut, benarkah ekstasi dapat menurunkan berat badan?

Dilansir laman penyedia rehabilitasi Florida Beaches Recovery, ekstasi atau methylenedioxymethamphetamine (MDMA) awalnya memang dikembangkan sebagai obat penurun berat badan karena dapat menekan nafsu makan.

Kurangnya nafsu makan menyebabkan pengguna mengabaikan makan dan hampir langsung menurunkan berat badan mereka.

Namun, lambat laun obat disalahgunakan menjadi obat pesta. Padahal, efek samping dari obat ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecanduan.

Baca Juga: Polda Sumut Musnahkan Ratusan Kilogram Sabu-Ribuan Pil Ekstasi dari 21 Kasus Narkoba

Ekstasi termasuk stimulan kuat yang dapat menganggu kenierja tiga neurotransmitter utama, yakni dopamin, serotonin, dan norepinefrin.

Hal itu akan menyebabkan peningkatan metabolisme, euforia, energi serta detak jantung.

Tanda umum kecanduan ekstasi

Awalnya, pengguna akan merasakan rangsangan tingkat tinggi. Jika pengguna menggunakan MDMA untuk menurunkan berat badan, mereka akan kehilangan semua rasa lapar dan keinginan makan.

Mereka akan tetap terjaga dalam waktu lama dan menjadi sangat sensitif terhadap rangsangan seperti musik atau cahaya (hypeawareness).

Efek hyperawareness tersebut akan berdampak negatif pada kemampuan pengguna dalam memahami 'sistem alarm' tubuh mereka sendiri.

Misalnya, pengguna mungkin tidak menyadari jika mereka merasa sangat lemah atau kepanasan dan akibatnya bisa pingsan.

Gejala dari kecanduan ekstasi bisa berupa nyeri tumpul, kesenangan berlebihan dari sentuhan, mual, berkeringat, menggigil, rahang terkatup, pupil melebar, dan penglihatan kabur.

Komentar