Penelitian Spanyol: Kebiasaan Pakai Ponsel di Malam Hari Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 29 Mei 2022 | 15:43 WIB
Penelitian Spanyol: Kebiasaan Pakai Ponsel di Malam Hari Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi Ponsel.(Pixabay.com)

Suara.com - Serangkaian terobosan dalam penelitian kanker selama dekade terakhir telah membantu tingkat kelangsungan hidup tumbuh secara signifikan. Tetapi mencegah penyakit serius ini tetap menjadi titik fokus penting bagi para ilmuwan.

Kebiasaan sehari-hari, seperti menggunakan ponsel bisa berdampak pada risiko kanker. Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel DNA memperoleh kemampuan untuk berkembang biak dan menjadi jahat.

Penyakit kanker ini memiliki banyak penyebab, tetapi banyak yang diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, para peneliti menemukan paparan cahaya biru luar ruangan tingkat tinggi di malam hari dapat meningkatkan risiko kanker prostat dua kali lipat.

Cahaya biru diyakini paling merusak kesehatan manusia karena intensitasnya. Cahaya biru ini memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada cahaya lain dalam spektrum yang terlihat, yang berarti memancarkan lebih banyak energi daripada cahaya tampak lainnya.

Menurut Dokter Deborah Lee, dari Dr Fox Online, sebuah penelitian Spanyol tahun 2020 memberikan bukti lebih lanjut tentang efek merugikan dari cahaya biru pada kesehatan kita.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

"661 pasien kanker usus dibandingkan dengan 1.322 kontrol. Para penulis menghitung menggunakan data paparan buatan pada malam hari dari pemantauan satelit, bahwa paparan cahaya biru meningkatkan risiko kanker usus hingga 60 persen," kata Deborah Lee dikutip dari Express.

Cahaya biru telah dikaitkan dengan peningkatan insiden kanker lain, seperti kanker payudara dan prostat. Pekerja shift yang terlambat berada pada peningkatan risiko kanker payudara.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan cahaya biru memiliki efek domino pada beberapa mekanisme biologis dalam tubuh, seperti produksi melatonin.

Pengekangan melatonin secara langsung berdampak pada ritme sirkadian. Para ahli sendiri telah lama menyoroti pentingnya mengatasi ritme sirkadian dalam studi tentang kanker.

"Cahaya biru bisa mencegah pelepasan hormon tidur melatonin. Melatonin melakukan lebih dari sekadar menginduksi tidur, ”jelas Dokter Lee.

Padahal hormon melatonin ini berfungsi mengatur ritme sirkadian yang merupakan seperangkat sistem internal yang mendikte perubahan fisik, mental dan perilaku yang mengikuti siklus 24 jam.

Karena sistem internal ini terkait erat dengan jalur yang terlibat dalam homeostasis dan metabolisme, gangguan pada jam tidur bisa memicu timbul dan perkembangan kanker.

Oleh karena itu, menghindari penggunaan ponsel larut malam mungkin diperlukan untuk menjaga keteraturan dalam jam internal tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badan Jadi Sakit Saat Bangun Tidur? Ini 5 Penyebabnya

Badan Jadi Sakit Saat Bangun Tidur? Ini 5 Penyebabnya

Health | Minggu, 29 Mei 2022 | 13:36 WIB

5 Manfaat Konsumsi Buah Leci, Salah Satunya Mampu Tingkatkan Sistem Imun

5 Manfaat Konsumsi Buah Leci, Salah Satunya Mampu Tingkatkan Sistem Imun

Your Say | Minggu, 29 Mei 2022 | 08:34 WIB

Perbedaan Kanker Serviks Dan Kanker Rahim Yang Perlu Diketahui

Perbedaan Kanker Serviks Dan Kanker Rahim Yang Perlu Diketahui

Bali | Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB