Benarkah Cacar Monyet Salah Satu Penyakit Kelamin Karena Hubungan Seks? Begini Faktanya

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 01 Juni 2022 | 19:23 WIB
Benarkah Cacar Monyet Salah Satu Penyakit Kelamin Karena Hubungan Seks? Begini Faktanya
Cacar monyet

Suara.com - Pakar Epidemiologi, Dr. Susan Hopskins menegaskan cacar monyet atau monkeypox bukanlah penyakit menular seksual (PMS) ataupun penyakit kelamin

Ini karena kontak seksual bukan satu-satunya sebab utama penularan cacar monyet. Apalagi hingga saat ini belum ada bukti virus itu ditularkan melalui air mani atau cairan vagina seperti HIV/AIDS.

Tapi cacar monyet dipastikan menular melalui kontak langsung dari kulit ke kulit, saat berhubungan seksual yang bisa menyebabkan pasangannya tertular, jika salah satunya memiliki lesi atau luka benjolan berisi cairan di kulit akibat cacar monyet.

"Infeksi ini menyebar melalui kontak dekat, dan aktivitas seks jelas salah satu kontak dekat langsung dari kulit ke kulit," ujar Dr. Susan, yang juga Kepala Penasihat Medis Badan Keamanan Kesehatan, mengutip Dailymail, Rabu (1/6/2022).

Cacar monyet (Antara)
Cacar monyet (Antara)

Menurut Dr. Susan, sebagian besar kasus ditemukan pada lelaki yang berhubungan seks sesama jenis atau gay. Ini karena kelompok yang tertular ini meminta bantuan kepada layanan kesehatan, hingga akhirnya ditemukan petugas medis bahwa ada yang tak biasa pada penyakitnya, yaitu cacar monyet salah satu penyakit kulit langka.

Penyebab cacar ini menular dan jadi wabah, karena virus cacar monyet menyebar saat komunitas gay melakukan pertemuan atau perkumpulan besar.

Sementara itu, pihak Spanyol sedang menyelidiki asal lebih dari 60 kasus cacar monyet di negara itu menyebar di sauna Madrid dan Festival Gay, yakni tempat para lelaki bertemu untuk melakukan hubungan seks.

Sementara itu, hingga saat ini mayoritas kasus cacar monyet menyebabkan gejala ringan, tapi Dr. Susan tetap mendesak pasangan seksual untuk berhati-hati dan mewaspadai gejalanya. Apalagi infeksi ini juga bisa menular di antara lelaki dan perempuan.

Sementara itu, cacar monyet adalah penyakit virus yang ditularkan dari hewan ke manusia atau zoonosis yang bisa sembuh sendiri, disebabkan virus monkeypox atau virus anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae, yang umumnya terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC orang yang terinfeksi cacar monyet akan mengalami gejala awal demam seperti flu, kelelahan, sakit kepala dan nyeri tubuh.

Selanjutnya kelenjar getah bening di leher dan ketiak akan membengkak, sebagai tanda adanya infeksi.

Ruam kemudian akan muncul di wajah dan dada pasien cacar monyet. Ruam ini dimulai dengan bintik merah yang awalnya berisi cairan, lalu berisi nanah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC Keluarkan Peringatan Perjalanan Level 2 untuk Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Apa Artinya?

CDC Keluarkan Peringatan Perjalanan Level 2 untuk Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Apa Artinya?

Health | Rabu, 01 Juni 2022 | 19:02 WIB

Terus Menyebar, Giliran Hongaria Laporkan Kasus Cacar Monyet

Terus Menyebar, Giliran Hongaria Laporkan Kasus Cacar Monyet

Health | Rabu, 01 Juni 2022 | 17:06 WIB

Cegah Penularan Cacar Monyet, Orang dengan Kondisi Ini Hindari Dulu Berhubungan Seks!

Cegah Penularan Cacar Monyet, Orang dengan Kondisi Ini Hindari Dulu Berhubungan Seks!

Health | Rabu, 01 Juni 2022 | 15:52 WIB

Terkini

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB