Hati-Hati, Terbiasa Terbang di Kelas Ekonomi Bikin Gairah Seks Menurun! Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 03 Juni 2022 | 19:34 WIB
Hati-Hati, Terbiasa Terbang di Kelas Ekonomi Bikin Gairah Seks Menurun! Kok Bisa?
Ilustrasi naik pesawat [shutterstcok]

Suara.com - Ketika naik pesawat, tiket apa yang Anda beli? Ahli endrokinologi yang berbasis di Brooklyn, AS, mengatakan bahwa terlalu sering terbang di kelas ekonomi jutsru dapat merusak gairah seks, lho.

Endrokinolog lulusan Yale, Florence Comite, memperingatkan pelancong untuk berpikir dua kali tentang dampak kebiasaan bepergian terhadap kesehatan.

Dalam sebuah video, Comite menjelaskan hubungan antara kecemasan, claustrophobia dan kurangnya ruang terhadap penurunan libido seseorang.

Ia pun menyinggung penerbangan ekonomi yang tempat duduknya sempit.

"Merasa antisipasi ketika naik pesawat dapat menurunkan gairah seks karena itu menimbulkan kecemasan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan tempat duduk pesawat adalah ruang yang sempit," kata Comite, dikutip New York Post.

Ilustrasi naik pesawat, Syarat Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Terbaru (Freepik0
Ilustrasi naik pesawat (Freepik0

Ia melanjutkan, "ini mendorong mekanisme 'flight and fight'. Jadi, hormon yang naik ke otak seperti norepinefrin dan epinefrin akan menurunkan testosteron, dan itu akan langsung berpengaruh pada libido. Bahkan, fungsi seksual."

Comite pun menyarankan untuk memilih penerbangan bisnis atau kelas satu. Menurutnya itu lebih baik.

"Ini akan menenangkan pikiran Anda, Anda akan lebih nyaman," sambungnya.

Stres dan masalah mengenai kesehatan mental dapat secara drastis memengaruhi testosteron.

Testosteron merupakan salah satu hormon yang merangsang gairah seks. Kadar yang rendah dapat menyebabkan libido rendah, bersama dengan gejala lainnya.

Menurut Comite, begitu tubuh letih, tidak cukup tidur, jet lag, maka akan memengaruhi cara seseorang berpikir.

"Kelas bisnis, atau kelas satu, akan membuatnya lebih baik," lanjutnya.

Jika tidak bisa, Comite menyarankan beberapa tindakan yang bisa membuat Anda santai saat dalam penerbangan, yakni:

  • Memastikan semua pekerjaan mendesak selesai
  • Tidak sedang stres
  • Pastikan cukup istirahat

Tidur antara enam hingga delapan jam sebelum penerbangan adalah cara lain untuk menghindari stres selama penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inovasi Baru, Malaysia Airlines Lakukan Penerbangan Pertama Gunakan Bahan Bakar Minyak Goreng

Inovasi Baru, Malaysia Airlines Lakukan Penerbangan Pertama Gunakan Bahan Bakar Minyak Goreng

Lifestyle | Rabu, 01 Juni 2022 | 20:12 WIB

Dirut Garuda Jelaskan Soal Turbulensi Saat Penerbangan Makassar-Palu

Dirut Garuda Jelaskan Soal Turbulensi Saat Penerbangan Makassar-Palu

News | Rabu, 01 Juni 2022 | 16:16 WIB

AirAsia Akan Buka Kembali Rute Penerbangan Internasional ke Belitung

AirAsia Akan Buka Kembali Rute Penerbangan Internasional ke Belitung

News | Minggu, 29 Mei 2022 | 12:48 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB