Alami Ketindihan Saat Tidur? Jangan Panik, Dokter Tirta Beberkan Cara Mengatasinya

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 08 Juni 2022 | 06:25 WIB
Alami Ketindihan Saat Tidur? Jangan Panik, Dokter Tirta Beberkan Cara Mengatasinya
Ilustrasi seorang lelaki mengalami ketindihan. [Shutterstock]

Suara.com - Ketindihan atau ketidakmampuan tubuh untuk bergerak dan bangun dari tidur kerap dikaitkan dengan fenomena mistis, namun kata Dokter Tirta Mandira Hudhi, ada penjelasan medis di balik fenomena tersebut.

Dalam istilah medis, kata dokter Tirta, ketindihan disebut dengan sleep paralysis yang hampir semua orang pernah mengalaminya.

"Namanya sleep paralysis, yaitu ketika kita tidur nggak nyenyak, otak kita terbangun, tapi badan kita belum siap," jelas dr. Tirta melalui Instagram pribadinya dikutip Suara.com.

Dokter yang juga influencer itu mengatakan saat seseorang mengalami ketindihan, usahakan untuk tidak panik dan cukup menunggu dengan sabar hingga badan bisa digerakkan kembali.

"Itu biasanya 10 sampai 15 menit, kamu nggak usah panik, nanti tunggu badan kamu bisa gerak. Mitos," pungkasnya.

Mengutip Hello Sehat, sleep paralysis termasuk dalam salah satu jenis parasomnia, yaitu sekumpulan gangguan tidur yang menyebabkan suatu kejadian atau pengalaman yang tidak diinginkan yang terjadi saat kita baru tertidur, sudah terlelap, atau saat terbangun dari tidur.

Ada beragam sebab seseorang bisa mengalami kondisi ini, salah satunya menurut studi terbitan jurnal Clinical Psychological Science menyebutkan, sensasi kewalahan dan panik dari rentetan pengalaman sensoris tersebut cenderung membuat seseorang merasa makin tertekan.

Kondisi ini juga diperparah, saat pengidapnya sudah lebih dulu percaya bahwa fenomena sleep paralysis terjadi karena faktor supranatural.

Ini yang membuat pengalaman ketindihan saat tidur bagi sebagian orang menjadi suatu pengalaman yang mengerikan dan traumatis.

Padahal studi itu juga menyebutkan bahwa orang yang cenderung berpikir logis, malah tidak mengalami masalah atau trauma berarti setelah pulih dari kelumpuhan tidur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geram pada Perawat Berhijab Curhat Pasang Kateter Pasien Pria, Dokter Tirta: Gak Layak

Geram pada Perawat Berhijab Curhat Pasang Kateter Pasien Pria, Dokter Tirta: Gak Layak

Sumsel | Kamis, 02 Juni 2022 | 17:16 WIB

Perawat Wanita Curhat Pasang Kateter ke Pasien Pria, Dokter Tirta Beri Sindiran

Perawat Wanita Curhat Pasang Kateter ke Pasien Pria, Dokter Tirta Beri Sindiran

Sumut | Kamis, 02 Juni 2022 | 16:02 WIB

Perawat Berhijab Curhat Pasang Kateter Pasien Laki-laki, dr Tirta: Pas Kuliah Kode Etik, Mbak Ini Skip

Perawat Berhijab Curhat Pasang Kateter Pasien Laki-laki, dr Tirta: Pas Kuliah Kode Etik, Mbak Ini Skip

Riau | Kamis, 02 Juni 2022 | 09:42 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB