Irfan Hakim Dilarikan ke IGD karena Makan Keripik Pedas, Ini Lho Bahayanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 09 Juni 2022 | 08:18 WIB
Irfan Hakim Dilarikan ke IGD karena Makan Keripik Pedas, Ini Lho Bahayanya!
Unggahan Irfan Hakim [TikTok/@75irfanhakim]

Suara.com - Irfan Hakim dan beberapa timnya sempat dilarikan ke IGD rumah sakit setelah mengonsumsi keripik pedas.

Hal ini bermula dari Irfan Hakim diberi tantangan oleh Youtube Tanboy Kun untuk mengonsumsi 1 keripik pedas, yang juga dikenal sebagai "One Chip Challenge" sekaligus saus pedas.

Sesaat setelah makan keripik pedas itu Irfan Hakim masih terlihat biasa sampai akhirnya tak kuasa menahan pedasnya selama 5 menit.

Beberapa jam setelah selesai membuat konten, ia dan timnya pun mulai merasakan efek samping luar biasa dari mengonsumsi makanan pedas tersebut. Bahkan, salah satu kru Irfan Hakim sampai pingsan.

"Gue ngerasa itu lambung kayak diperes, ditarik. Terus sebelumnya, jantung gue juga kayak deg-degan banget," ujar Irfan Hakim mengutip dari channel YouTube deHakims, Rabu (8/6/2022).

Sebenarnya, makan pedas itu memberikan sejumlah manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan metabolisme, mengobati kanker, hingga menjaga kesehatan jantung.

Irfan Hakim dan Tanboy Kun makan keripik pedas yang membuatnya masuk rumah sakit. [YouTube deHakims]
Irfan Hakim dan Tanboy Kun makan keripik pedas yang membuatnya masuk rumah sakit. [YouTube deHakims]

Tapi dilansir dari Hello Sehat, makan pedas yang berlebihan bia mengiritasi kulit, terutama di bagian bibir. Kulit bibir Anda mungkin akan merasakan perih.

Tak hanya itu, konsumsi makanan pedas berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang bisa membuat Anda sampai kesulitan tidur.

Dr Bret Christiansen dilansir dari In The Know, juga pernah mengatakan bahwa mengonsusmi keripik pedas seperti tantangan "One Chip Challenge" itu bisa menyebabkan rasa terbakar atau sakit pada saluran pencernaan.

Efek samping ini bisa sangat parah dalam waktu yang singkat, mirip dengan reaksi seperti penderita asma dengan kejang bronkial. Jika seseorang muntah terus-menerus setelah makan keripik pedas, orang itu mungkin membutuhkan hidrasi IV atau obat untuk menghentikan muntah.

Irfan Hakim sendiri juga menjelaskan dalam konten Youtube-nya, bahwa keripik pedas itu juga sudah memberikan peringatan dalam kemasannya bahwa produknya tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang sensitif terhadap makanan pedas, alergi terhadap paprika, nightshades, atau capsaicin, orang dengan gangguan lambung, penyakit jantung, ibu hamil dan masih di bawah umur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Irfan Hakim dan Tiga Krunya Pingsan Dilarikan ke RS, Ternyata Gara-gara Makan Ini

Irfan Hakim dan Tiga Krunya Pingsan Dilarikan ke RS, Ternyata Gara-gara Makan Ini

Batam | Rabu, 08 Juni 2022 | 19:34 WIB

Irfan Hakim Dilarikan ke Rumah Sakit Gara-Gara Keripik Pedas

Irfan Hakim Dilarikan ke Rumah Sakit Gara-Gara Keripik Pedas

Entertainment | Rabu, 08 Juni 2022 | 18:23 WIB

Pingsan di Kamar Mandi, Irfan Hakim Dilarikan ke IGD

Pingsan di Kamar Mandi, Irfan Hakim Dilarikan ke IGD

Sumbar | Senin, 06 Juni 2022 | 18:15 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB