Penelitian AS: Makan Ikan 2 Porsi Seminggu Tingkatkan Risiko Kanker Kulit

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 09 Juni 2022 | 10:56 WIB
Penelitian AS: Makan Ikan 2 Porsi Seminggu Tingkatkan Risiko Kanker Kulit
Ilustrasi ikan laut. (Pixabay)

Suara.com - Penelitian menemukan makan ikan secara teratur meningkatkan risiko kanker kulit. Pakar AS melihat adanya hubungan makan ikan dengan risiko mengembangkan melanoma maligna.

Mereka menemukan bahwa makan 43 gram ikan setiap hari atau sekitar 2 porsi seminggu, 22 persen lebih berisiko mengembangkan kanker kulit daripada orang yang jarang mengonsumsinya.

Para ilmuwan berpikir polutan yang ditemukan dalam makanan laut, seperti ikan mungkin salah satu penyebab peningkatan risiko kanker kulit tersebut.

NHS mengatakan diet sehat harus mencakup dua porsi atau sekitar 140 gram ikan berminyak, seperti salmon, sarden dan trout setiap minggu.

Meskipun rutin makan ikan berkaitan dengan risiko kanker kulit, para ahli mengatakan Anda tidak perlu berhenti mengonsumsinya.

Ikan laut.(Pexels/Mali Maeder)
Ikan laut.(Pexels/Mali Maeder)

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Causes & Control, mengamati asupan ikan pada 491.367 orang dewasa.

Eunyoung Cho, dari Brown University di AS, mengatakan tim penelitinya mengidentifikasi hubungan antara makan ikan laut dan risiko kanker kulit yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami berspekulasi bahwa temuan ini mungkin bisa dikaitkan dengan kontaminan pada ikan, seperti bifenil poliklorin, dioksin, arsenik, dan merkuri," kata Eunyoung Cho dikutip dari The Sun.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa asupan ikan yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat kontaminan yang lebih tinggi di dalam tubuh.

baca juga

Penelitian ini juga telah mengidentifikasi hubungan antara kontaminan ini dan risiko kanker kulit yang lebih tinggi.

Mengomentari penelitian tersebut, para ahli Inggris mengatakan tidak ada alasan bagi orang untuk mengubah pola makan mereka.

"Karena, para peneliti menemukan risiko kanker melanoma yang lebih tinggi ini dari ikan dan tuna tidak digoreng," kata Dr Michael Jones, dari Institute of Cancer Research, London.

Menurutnya, diet seimbang yang sehat harus mencakup ikan dan hasil dari penelitian ini tidak mengubah rekomendasi itu.

Prof Stephen Duffy, Profesor Skrining Kanker, Queen Mary University of London menambahkan bahwa hasil penelitian ini sangat mengejutkan. Petugas medis pun banyak yang mempertanyakan tentang penelitian tersebut.

"Penelitian ini perlu ada penjelasan lebih lanjut mengenai risiko kanker kulit setelah mengonsumsi ikan laut yang telah digoreng," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anda Perlu Tahu! Berikut 3 Risiko Terapi Ikan

Anda Perlu Tahu! Berikut 3 Risiko Terapi Ikan

Your Say | Selasa, 07 Juni 2022 | 11:23 WIB

Yakin Sudah Memakai Sunscreen dengan Benar? Simak Fakta Berikut Ini

Yakin Sudah Memakai Sunscreen dengan Benar? Simak Fakta Berikut Ini

Your Say | Senin, 06 Juni 2022 | 15:08 WIB

Gegara Ikan Melompat Keluar dari Air dan Masuk Tenggorokan, Pria Ini Jalani Operasi Darurat

Gegara Ikan Melompat Keluar dari Air dan Masuk Tenggorokan, Pria Ini Jalani Operasi Darurat

Health | Minggu, 05 Juni 2022 | 20:36 WIB

Terkini

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

×