Penumpukan Cairan Pada Pasien Gagal Jantung Tidak Hanya Disebabkan Terlalu Banyak Minum

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 16 Juni 2022 | 13:05 WIB
Penumpukan Cairan Pada Pasien Gagal Jantung Tidak Hanya Disebabkan Terlalu Banyak Minum
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pasien gagal jantung biasanya akan diminta untuk membatasi konsumsi minum agar tidak terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh. Batas konsumsi minum pada setiap pasien berbeda-beda, tergantung dengan kondisi kesehatan dan kadar cairan di dalam tubuhnya.

Meski begitu, penumpukan cairan pada pasien gagal jantung tidak hanya diakibatkan oleh jumlah minum yang dikonsumsi. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Vebiona Kartini Primaputri, Sp.JP., menjelaskan bahwa kondisi gagal jantung sendiri telag mengubah sistem hormonal dalam tubuh. 

"Jadi pada suatu kondisi gagal jantung itu terdapat aktivasi dari sistem hormonal di dalam tubuh jadi sistem neurohormonal. Ada yang diaktivasi karena gagal jantung, sistem ini yang menyebabkan walaupun pasien tidak minum banyak, dia (sistem neurohormonal) memerintahkan ginjal untuk menahan air dan garam agar tidak dibuang melalui kencing," jelas dokter Vebi dalam webinar, Rabu (15/6/2022).

Lantaran air dan garam ditahan oleh ginjal, sehingga penumpukan pun terjadi di bernagai organ. Dokter Vebi menyampaikan bahwa penumpukan cairan tersebut bisa terjadi di semua organ, kecuali otak.

Ilustrasi serangan jantung. [Envato]
Ilustrasi serangan jantung. [Envato]

"Karena otak punya sistem barrier sendiri. Tapi organ-organ, terutama yang paling berat melawan sistem gravitasi, seperti kaki, kemudian bisa di perut terjadi penumpukan cairan sehingga perut menjadi buncit. Atau di selaput paru atau di paru-paru itu sendiri," paparnya.

Apabila penumpukan cairan terjadi di kaki, maka akan menyebabkan bengkak. Sementara penumpukan di perut, selain menyebabkan buncit juga membuat pasien gagal jantung sering merasa kembung. Akibatnya, mudah merasa kenyang walaupun batu makan sedikit. 

Kondisi tersebut yang apabila terjadi dalam waktu lama bisa menyebabkan pasien gagal jantung jadi kekurangan gizi karena sedikit makan, jelas dokter Vebi.

Berbeda lagi dengan penumpukan cairan di paru-paru maupun hanya di selaputnya atau dalam istilah medis dinamakan efusi pleura. Cairan tersebut harus segera dikeluarkan agar tidak menghambat pertukaran gas di dalamnya yang bisa berakibat menurunkan kadar oksigen di dalam tubuh.

Oleh sebab itu, pasien gagal jantung biasanya juga akan diresepkan obat diuretik untuk membantu keluarkan cairan dan garam berlebih itu. Selain berbahaya bagi organ lain, penumpukan cairan itu juga bisa menyebabkan pasien meninggal. 

baca juga

"Nomor satu penyebab masuk rumah sakit pada pasien gagal jantung itu adalah penumpukan cairan," kata dokter Shiela. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Muda Juga Tak Luput Dari Risiko Serangan Jantung! Yuk Lakukan Hal Ini Sebagai Pencegahan

Anak Muda Juga Tak Luput Dari Risiko Serangan Jantung! Yuk Lakukan Hal Ini Sebagai Pencegahan

Health | Rabu, 15 Juni 2022 | 21:15 WIB

Pasien Gagal Jantung Perlu Waspada jika Naik BB 2kg dalam Seminggu, Dokter Ungkap Alasannya

Pasien Gagal Jantung Perlu Waspada jika Naik BB 2kg dalam Seminggu, Dokter Ungkap Alasannya

Health | Rabu, 15 Juni 2022 | 13:15 WIB

Jangan Panik, Dokter Ini Sebut Serangan Jantung Bisa Diselamatkan

Jangan Panik, Dokter Ini Sebut Serangan Jantung Bisa Diselamatkan

Sumbar | Rabu, 15 Juni 2022 | 09:15 WIB

Terkini

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

Cara Mengetahui Siapa Saja yang Memakai WiFi Kita, Mudah dan Praktis

Cara Mengetahui Siapa Saja yang Memakai WiFi Kita, Mudah dan Praktis

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

KPK: Empat Tersangka Kasus HGB Summarecon Orang Kepercayaan Nusron Wahid

KPK: Empat Tersangka Kasus HGB Summarecon Orang Kepercayaan Nusron Wahid

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:03 WIB

BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo

BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 19:53 WIB

×