Ibu Harus Tahu! Ini 5 Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari untuk Bayi

Risna Halidi | Fajar Ramadhan | Suara.com

Senin, 20 Juni 2022 | 09:20 WIB
Ibu Harus Tahu! Ini 5 Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari untuk Bayi
Ilustrasi bayi berjemur (Shutterstock)

Suara.com - Sinar matahari pagi dipercaya dapat memberikan manfaat tubuh dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Di samping itu, paparan sinar matahari juga tidak hanya bermanfaat kepada orang dewasa, tetapi juga bayi. Oleh karena itu, sering kali terlihat bayi yang baru lahir dijemur di bawah sinar matahari.

Rupanya, selain dari ASI (Air Susu Ibu) yang dikonsumsi, sinar matahari juga bermanfaat banyak bagi bayi. Melansir laman Parenting Firstcry, berikut beberapa menjemur bayi di bawah sinar matahari.

Ilustrasi menjemur bayi (pexels)
Ilustrasi menjemur bayi (pexels)

1. Memberikan Vitamin D
Dikatakan, sinar matahari memberikan vitamin D bagi bayi. Vitamin D berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dengan begitu, bayi yang dijemur di bawah paparan sinar matahari dapat terhindar dari berbagai penyakit. Selain itu, vitamin D juga membantu menyerap kalsium sehingga memperkuat tulang dan gigi pada bayi.

2. Meningkatkan Serotonin pada Bayi
Serotonin merupakan hormon bahagia yang dapat meningkatkan perasaan bahagia. Paparan sinar matahari dapat meningkatkan produksi serotonin pada bayi.

Tidak hanya itu, serotonin juga berguna untuk membuat pencernaan dan kualitas tidur menjadi lebih baik.

3. Meningkatkan Insulin dalam Tubuh
Insulin merupakan hormon yang mengendalikan kada gula dalam darah. Sinar matahari berguna untuk meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Hal tersebut dapat membantu mencegah berbagai penyakit seperti diabetes.

4. Mencegah Penyakit Kuning
Pada beberapa kasus, bayi yang kurang mendapat paparan sinar matahari akan mudah sakit dan kulitnya menguning. Bayi yang kulitnya menguning biasanya terjadi karena pertumbuhan bilirubin.

Pertumbuhan bilirubin yang tidak terkendali dapat menyebabkan kulit bayi yang baru lahir menguning. Dengan paparan sinar matahari, dapat membantu memecah memecah bilirubin atau senyawa kekuningan yang terjadi di katabolik secara alami.

Dengan begitu, cahaya yang diberikan oleh sinar matahari membantu bayi terhindari dari penyakit kuning. Menjemur bayi pada sinar matahari pagi selama 15 sampai 20 menit, tanpa pakaian, setiap hari, dapat membantu menghindari penyakit kuning.

5. Memberi Energi pada Bayi
Menjemur bayi di bawah paparan sinar matahari dapat membantu mengatur produksi melatonin dalam tubuhnya. Hal tersebut dapat bermanfaat untuk mengatur pola tidur untuk bayi.

Sinar matahari akan menurukan kadar melatonin dan meningkatkan serotonin tubuh sehingga memiliki energi yang lebih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Luncurkan Vaksin Covid-19 untuk Bayi

Amerika Luncurkan Vaksin Covid-19 untuk Bayi

News | Minggu, 19 Juni 2022 | 19:04 WIB

Bayi Baru Lahir Dikasih Nama Mirip Eril, Publik Bandingkan Tanggapan Atalia Kamil dengan Artis: Enggak Marah Bu?

Bayi Baru Lahir Dikasih Nama Mirip Eril, Publik Bandingkan Tanggapan Atalia Kamil dengan Artis: Enggak Marah Bu?

News | Minggu, 19 Juni 2022 | 18:43 WIB

Ceroboh, Bayi 3 Bulan Ditemukan Tewas di Dalam Mobil yang Terparkir Akibat Kepanasan, Faktanya Bikin Prihatin

Ceroboh, Bayi 3 Bulan Ditemukan Tewas di Dalam Mobil yang Terparkir Akibat Kepanasan, Faktanya Bikin Prihatin

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 18:25 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB