Mengenal Imunoterapi, Harapan Baru Untuk Sembuh Bagi Pasien Kanker Paru, Payudara, dan Serviks

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:47 WIB
Mengenal Imunoterapi, Harapan Baru Untuk Sembuh Bagi Pasien Kanker Paru, Payudara, dan Serviks
Ilustrasi pengobatan imunoterapi kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Terobosan dunia medis dalam mencari terapi pengobatan efektif terhadap penyakit kanker terus dilakukan untuk meningkatkan harapan hidup pasien. Terbaru, para ilmuwan telah memastikan imunoterapi sebagai terapi pengobatan yang bisa menjadi harapan baru para pasien untuk melawan kanker.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. dr. Aru Sudoyo, Sp.PD-KHOM., mengatakan kalau terapi imunoterapi telah bisa dilakukan di Indonesia bagi pasien kanker paru, kanker payudara, dan kanker serviks.

Ia menjelaskan, terapi imunoterapi berbeda dengan pengobatan kanker sebelumnya, seperti operasi dan juga kemoterapi, yang menargetkan melawan sel kanker langsung.

Imunoterapi dimaksudkan untuk memperkuat sistem imun dalam tubuh agar mampu melawan sel kanker sehingga tidak menyebar ke organ lain.

"Sel kanker memiliki kemampuan 'menyamarkan' diri sehingga sulit dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Dengan imunoterapi, sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan sehingga bisa mendeteksi sel kanker untuk dihancurkan," jelasnya dalam webinar 'Mengenal Imuniterapi' bersama Regenesis, Kamis (23/6/2022).

Tetapi, tidak semua pasien kanker cocok untuk menjalani terapi imunoterapi. Terutama pasien kanker dengan gangguan autoimun. Menurut dokter Aru, karena cara kerja imonuterapi adalah dengan meningkatkan fungsi sistem imun, maka hal ini bisa berbahaya bagi pasien autoimun. Itu sebabnya, dalam penanganannya, imunoterapi tersebut harus benar-benar dikontrol dengan baik oleh dokter.

Setiap pasien kanker bisa mendapatkan perawatan medis berbeda-beda. Terganrung dari jenis kanker dan juga kondisi tubuh pasien. Untuk itu, sebelum menentukan terapi yang tepat, pasien perlu menjalani berbagai tes seperti Programmed Death-ligand 1 (PD-L1).

"PD-L1 adalah protein transmembran yang berperan penting dalam menekan dukungan adaptif dari sistem kekebalan selama peristiwa atau kondisi tertentu. Tes dengan PD-L1 imunohistokimia pada pasien akan menunjukkan tingkat ekspresi PD-L1 pada jaringan tumor. Semakin tinggi ekspresi PD-L1, respon akan semakin baik terhadap imunoterapi," jelasnya.

Hasil uji klinis menunjukkan kalau pengobatan imunoterapi dapat bantu menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker, mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh lain, dan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam menghancurkan sel kanker.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiki Fatmala Sembuh dari Kanker Paru-Paru Stadium 4, Ketahui Faktor yang Meningkatkan Keberhasilan Pengobatan

Kiki Fatmala Sembuh dari Kanker Paru-Paru Stadium 4, Ketahui Faktor yang Meningkatkan Keberhasilan Pengobatan

Health | Rabu, 22 Juni 2022 | 14:53 WIB

Apa Artinya Kanker Paru-Paru Stadium 4? Penyakit yang Pernah Diderita Kiki Fatmala

Apa Artinya Kanker Paru-Paru Stadium 4? Penyakit yang Pernah Diderita Kiki Fatmala

Health | Rabu, 22 Juni 2022 | 14:11 WIB

Studi di Prancis: Gaya Hidup Vegan yang Tidak Sehat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Studi di Prancis: Gaya Hidup Vegan yang Tidak Sehat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Health | Kamis, 16 Juni 2022 | 11:00 WIB

Terkini

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

Rajin Tarawih Selama Ramadan, Cerita 10 Warga Akhirnya Berkesempatan Umrah ke Tanah Suci

Rajin Tarawih Selama Ramadan, Cerita 10 Warga Akhirnya Berkesempatan Umrah ke Tanah Suci

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 22:34 WIB

Ketika Olahraga Jadi Ruang Mahasiswa Mengasah Skill dan Kekompakan

Ketika Olahraga Jadi Ruang Mahasiswa Mengasah Skill dan Kekompakan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

Bri | Senin, 28 September 2026 | 22:04 WIB

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

News | Senin, 28 September 2026 | 22:00 WIB

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:52 WIB

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:44 WIB

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:26 WIB

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:21 WIB

×