Hormon Estrogen Rendah, Kenali Tanda-tandanya saat Tidur!

Sabtu, 25 Juni 2022 | 08:32 WIB
Hormon Estrogen Rendah, Kenali Tanda-tandanya saat Tidur!
Ilustrasi tidur (freepik.com/freepik)

Suara.com - Seiring bertambahnya usia, tubuh mulai mengalami penurunan alami dalam hormon seks, seperti hormon estrogen dan testosteron yang bisa menimbulkan beberapa gejala.

Rupanya, hormon estrogen dan testosteron yang menurun ini berdampak luas pada tubuh. Menurut sebuah studi baru, kondisi tidur tertentu mungkin bisa menandakan ketidakseimbangkan hormon seks tersebut.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal akses terbuka PLOS ONE telah menyoroti hubungan antara sleep apnea dan tingkat hormon estrogen yang rendah. Hal ini menjelaskan penyebab sleep apnea cenderung dialami wanita menopause.

Sejauh ini memang sudah diketahui kalau wanita menopause cenderung menderita sleep apnea, tetapi hal ini mungkin belum dipelajari.

Penelitian baru menunjukkan bahwa menurunkan kadar hormon seks mungkin menjadi akar masalahnya.

Ilustrasi tidur (Pixabay.com/Claudio_Scott)
Ilustrasi tidur (Pixabay.com/Claudio_Scott)

Penelitian terhadap 774 wanita yang terlibat dalam Survei Kesehatan Pernafasan Komunitas Eropa, dilakukan antara 2010 dan 2012.

Di antara sampel wanita ini, 71,2 persen diberitahu bahwa mereka mendengkur, sementara 411 melaporkan gejala sleep apnea lainnya.

Penggandaan konsentrasi estron, sejenis estrogen berkaitan dengan 19 persen penurunan kemungkinan mendengkur.

Di sisi lain, dua kali lipat kadar progesteron berkaitan dengan 9 persen penurunan risiko mendengkur.

Baca Juga: Kenali Gejala Virus Corona Covid-19 via 7 Perubahan Kuku

"Di antara pendengkur, penggandaan konsentrasi tiga estrogen dikaitkan dengan 17 persen hingga 23 persen penurunan kemungkinan wanita bernapas tidak teratur saat tidur," kata para peneliti dikutip dari Express.

Konsentrasi progesteron dua kali lipat di antara pendengkur dikaitkan dengan penurunan 12 persen kemungkinan terbangun dengan sensasi tersedak pada tahun sebelumnya.

Temuan ini tampaknya menunjukkan bahwa memperbaiki kadar hormon pada wanita menopause dapat membantu mengurangi risiko kondisi seperti sleep apnea.

Jenis terapi ini juga harus diwaspadai, karena mungkin ada risiko kardiovaskular yang melekat pada obat hormonal tertentu.

Sleep apnea adalah gangguan tidur ketika seseorang berhenti bernapas untuk waktu yang singkat saat tidur.

Episode ini dapat berlangsung antara 10 dan 30 detik, tetapi dalam kasus yang parah dapat berulang secara berkala sepanjang malam.

"Orang dengan sleep apnea yang tidak diobati lebih mungkin untuk mengembangkan tekanan darah tinggi," mengutip Harvard Health.

Apnea mengganggu kemampuan seseorang untuk mendapatkan tidur malam yang baik, membuat mereka kurang waspada di siang hari.

Hal ini dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan, termasuk peningkatan kerentanan terhadap kecelakaan saat mengemudi.

Faktanya, penelitian menunjukkan orang dengan sleep apnea yang tidak diobati tujuh kali lebih mungkin terlibat dalam kecelakaan kendaraan bermotor.

Ada bukti bahwa apnea tidur obstruktif juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung berulang, stroke, dan detak jantung tidak normal.

Beberapa langkah, termasuk penurunan berat badan, olahraga teratur dan membatasi asupan alkohol dapat membantu mengurangi beberapa kasus sleep apnea.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI