Waktu Sangat Berharga Saat Menangani Serangan Jantung, Inilah yang Perlu Dilakukan

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 27 Juni 2022 | 11:40 WIB
Waktu Sangat Berharga Saat Menangani Serangan Jantung, Inilah yang Perlu Dilakukan
Ilustrasi Serangan Jantung/freepik/jcomp

Suara.com - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, rata-rata prevalensi penyakit jantung sebesar 1,5 persen pada tahun tersebut.

Tidak melulu berupa ketidaknyamanan di dada, serangan jantung dapat muncul secara berbeda pada wanita dan pria, termasuk pada orang dengan penyakit tertentu seperti diabetes.

Gejala serangan jantung meliputi:

  • Ketidaknyamanan dada, nyeri atau tekanan yang menjalar di rahang, punggung, atau bahu kiti.
  • Gangguan pencernaan atau mual yang buruk
  • Kelelahan ekstrem
  • Sesak napas
  • Merasa tidak sehat secara umum

"Pada dasarnya apa pun dari pusar ke atas. Tekanan terus-menerus harus meningkatkan kekhawatiran bahwa Anda harus menemui dokter," kata ahli jantung di Indiana University, Khadijah Breathett.

Ilustrasi serangan jantung. [Envato]
Ilustrasi serangan jantung. [Envato]

Apa yang perlu dilakukan saat mengalami serangan jantung?

Bila mengalami gejala di atas, bahkan bila tidak yakin itu adalah serangan jantung, tetap perlu mengubungi ambulans dari rumah sakit terdekat.

"Jika merasa tidak enak badan, atau Anda mulai merasakan ketidaknyamanan dada, segera cari bantuan medis, karena semakin cepat mendapat perawatan, semakin baik," imbuh ahli jantung Grant Reed, dilansir CNET.

Indikator nomor satu kondisi pasien setelah serangan jantung adalah seberapa cepat ia mengenali gejalanya. Ada hubungan kuat antara saat pertama kali mengalami serangan jantung (ketika gejala mulai muncul) dengan seberapa cepat dokter membuka pembuluh darah yang tersumbat.

Jadi, semakin pendek waktunya, maka semakin baik kondisinya setelah serangan jantung.

Ketika pasien sampai di rumah sakit, dokter akan melakukan elektrokardiogram (EKG), yang akan menentukan diagnosis serangan jantung.

Minum aspirin jika memilikinya

Jika seseorang mengalami gejala serangan jantung, dan bisa mengakses aspirin, minumlah dosis penuh 325 miligram setelah memanggil ambulans. Bila hanya memiliki dosis anak-anak 81 miligram, minumlah empat butir.

Agar obat langsung masuk ke sistem tubuh, pasien disarankan untuk mengunyahnya daripada menelan. Sebab, saat mengalami serangan jantung plak di pembuluh darah menjadi tidak stabil dan pecah, membentuk gumpalan darah yang dapat menutup suplai ke arteri.

Meminum aspirin dapat membantu memecah sebagian dari bekuan darah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lari Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Lari Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

| Kamis, 23 Juni 2022 | 12:13 WIB

Rima Melati Alami Gagal Jantung, Ini Bedanya dengan Serangan Jantung!

Rima Melati Alami Gagal Jantung, Ini Bedanya dengan Serangan Jantung!

Health | Jum'at, 24 Juni 2022 | 14:52 WIB

Tahanan Meninggal di Rutan Pontianak atas nama Pengkan Pardede karena Serangan Jantung

Tahanan Meninggal di Rutan Pontianak atas nama Pengkan Pardede karena Serangan Jantung

News | Rabu, 22 Juni 2022 | 17:01 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB