facebook

Benarkah Lansia Dengan Penyakit Jantung Tak Boleh Booster Vaksin Covid-19 AstraZeneca?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Benarkah Lansia Dengan Penyakit Jantung Tak Boleh Booster Vaksin Covid-19 AstraZeneca?
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga lanjut usia (lansia) di Puskesmas Kelurahan Petojo, Jakarta, Rabu (14/4/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Bahkan di beberapa tempat vaksinasi lansia dengan sakit Covid-19, ditolak jika yang tersedia vaksin AstraZeneca, mengapa begitu?

Suara.com - Vaksinasi Covid-19 booster untuk lansia di Indonesia cenderung masih relatif rendah. Salah satunya disebabkan karena takut lansia memiliki komorbiditas atau penyakit penyerta seperti sakit jantung.

Bahkan di beberapa tempat vaksinasi lansia dengan sakit Covid-19, ditolak jika yang tersedia vaksin AstraZeneca, mengapa begitu?

Dijelaskan Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Prof. Hinky Hindra Irawan Satari, bahwa berdasarkan hasil laporan penelitian menunjukan tidak ada hubungannya antara vaksin AstraZeneca dan sakit jantung.

"Hubungan AstraZeneca dengan jantung ini, nggak ada di daftar laporan KIPI di Indonesia. Ini dikaitkan dengan catatan kejadian di 7 provinsi di 11 rumah sakit," jelas Prof. Hinky dalam acara webinar, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga: Fatwa Baru: Ada Vaksin Covid-19 yang Haram Menurut MUI, Apa Itu?

Ilustrasi vaksin Covid-19 untuk Lansia. [Istimewa]
Ilustrasi vaksin Covid-19 untuk Lansia. [Istimewa]

Bahkan hal ini juga berlaku untuk penyakit jantung berat. Ia tidak menemukan hasil laporan KIPI yang menyatakan vaksin AstraZeneca membuat penyakit jantung semakin berat.

"Jadi artinya bukan kontraindikasi ketika seseorang terkena sakit jantung," jelas Prof. Hinky.

Meski begitu, ia mengakui memang umumnya tenaga kesehatan (nakes) akan meminta lansia dengan sakit jantung sebelum divaksinasi, penyakitnya cenderung terkontrol tanpa obat jantung.

"Tapi tentu saja sangat diharapkan, sakit jantung tersebut terkendali tanpa obat, sehat dikontrol terkendali silahkan divaksinasi," papar Prof. Hinky.

Sementara itu per 23 Juni 2022 pukul 18.00, sudah ada 168 juta dari target 208 juta warga Indonesia yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 primer lengkap dua dosis.

Baca Juga: Geger, Lansia yang Ditemukan Meninggal Terbungkus Karung di Bawah Jembatan Rokan Sintang Ternyata Korban Pembunuhan

Mirisnya untuk vaksinasi dosis kedua baru ada 14,5 juta dari total 21,5 juta jiwa target lansia yang divaksinasi.

Komentar