Ini Alasan Kenapa Bayi Baru Lahir Harus Menangis

Vania Rossa, Fajar Ramadhan

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:47 WIB
Ini Alasan Kenapa Bayi Baru Lahir Harus Menangis
Ilustrasi bayi baru lahir. (Pexels)

Suara.com - Belum lama ini, viral video bayi tidak menangis saat baru lahir. Dalam video yang diunggah di akun @evalinakotoglou (02/05/2022) itu, tampak seorang bayi dengan kulit membiru, diletakkan di atas dada sang ibu. Bayi tersebut tampak diam dan tidak menangis. Sementara itu, dokter dan perawat berusaha untuk membersihkan wajahnya dengan tisu berkali-kali.

Tampak dari cara dokter membersihkan wajahnya dengan sedikit kasar, yang bertujuan agar bayi tersebut menangis.

Kenapa penting bagi bayi baru lahir untuk menangis?

Melansir dari laman Romper, seorang bidan di Providence Saint John’s Health Center in Santa Monica, California, Dr. Yvonne Bohn mengatakan, tangisan bayi saat baru lahir dapat menjadi tanda bahwa ia memiliki paru-paru yang bagus dan sehat.

Jadi, dengan menangis, hal ini menandakan bahwa dia baik-baik saja. Sebaliknya, jika bayi tidak menangis, hal ini dapat menandakan hal yang kurang baik.

Salah satunya adalah kekurangan oksigen. Dan faktor kekurangan oksigen ini bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti pengaruh obat bius, atau proses melahirkan yang cukup lama sehingga bayi tertahan dalam rahim ibu.

Meskipun demikian, Yvonne menuturkan bahwa pada beberapa kasus, ada bayi yang memang butuh waktu untuk menangis. Bayi nyatanya juga butuh transisi dari rahim hingga ke luar. Hal tersebut masih terbilang wajar, apalagi jika bayi memiliki detak jantung, otot, dan warna kulit yang baik.

Untuk bayi yang tidak menangis, dokter biasanya akan memberikan rangsangan, misal menggosok punggungnya dengan kuat. Beberapa juga mengeringkan wajah atau menyedot cairan dari mulut dan hidung agar bayi tersebut menangis.

Faktor Bayi Baru Lahir Menangis

baca juga

Pendapat lain juga dikatakan bidan sekaligus penulis buku Your Pregnancy, Your Way, dr. Alison Hill, yang mengatakan tangisan bayi juga terjadi karena sensasi dingin yang dirasakannya. Tangisan juga menjadi cara bayi mengeluarkan lendir dan cairan ketuban dalam dirinya.

Tangisan pada bayi sendiri juga disebabkan oleh lingkungan. Ahli gizi holistik, pendidik persalinan, dan ahli The Tot, Carley Mendes, mengatakan bayi yang melakukan kontak langsung dengan ibu mereka cenderung menangis lebih sebentar.

Sementara bayi, yang langsung dipisahkan untuk dibersihkan oleh bidan, biasanya akan menangis lebih lama. Suhu dan kecerahan ruangan juga memengaruhi respons bayi untuk menangis.

Ruangan yang redup dan suara yang tenang biasanya membuat bayi lebih cepat berhenti menangis dibandingkan dengan situasi yang ramai. Bayi yang menangis juga bisa terjadi karena kepribadian yang dimiliknya. Terdapat beberapa bayi yang memang lebih sensitif sehingga menangis lebih banyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baby Ameena 'Ditaksir' Bayi Bule dari Jerman, Gemes Banget Sampai Ditangisi

Baby Ameena 'Ditaksir' Bayi Bule dari Jerman, Gemes Banget Sampai Ditangisi

Jogja | Minggu, 26 Juni 2022 | 14:30 WIB

Ditinggal Orangtua Gathering ke Jogja, Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah

Ditinggal Orangtua Gathering ke Jogja, Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah

Jogja | Minggu, 26 Juni 2022 | 12:10 WIB

Riwayat Keguguran dan Bayi Lahir Mati Meningkatkan Risiko Stroke, Baik Fatal Maupun Non Fatal

Riwayat Keguguran dan Bayi Lahir Mati Meningkatkan Risiko Stroke, Baik Fatal Maupun Non Fatal

Health | Minggu, 26 Juni 2022 | 12:30 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×