facebook

Tiga Jenis Kelainan Jantung yang Paling Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia

M. Reza Sulaiman
Tiga Jenis Kelainan Jantung yang Paling Banyak Dialami Jemaah Haji Indonesia
ilustrasi serangan jantung. (shuttestock)

Dokter menyebutkan tiga jenis kelainan jantung yang paling sering dialami oleh jemaah haji. Apa saja?

Suara.com - Jemaah haji Indonesia yang mengalami kelainan jantung tetap mendapatkan perawatan yang optimal, berkat Tenaga Kesehatan Haji serta Kantor Kesehatan Haji Indonesia.

dr. Mohammad Rizki Akbar, SpPD, menyebutkan tiga jenis kelainan jantung yang paling sering dialami oleh jemaah haji.

“Kelompok pertama yang paling banyak masuk adalah kelompok gagal jantung,” ungkap dr. Rizki.

Pada kelompok ini keluhan yang sering banyak muncul adalah sesak napas. Selain itu juga mudah lelah saat beraktivitas, atau biasanya ditandai dengan adanya bengkak di tungkai kaki.

Baca Juga: Kadir Curhat Susah Payah Bertahan Hidup, Kena Serangan Jantung hingga 3 Kali Jual Rumah

Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

“Biasanya terjadi karena minum obat tidak teratur, atau aktivitas ibadah fisik yang terlalu berat,” tambahnya.

Kelompok kedua adalah pasien yang datang dengan keluhan nyeri dada, lanjut dr. Rizki. Hal ini terjadi, dimungkinkan karena adanya penyempitan pembuluh darah di jantung.

Sementara kelompok ketiga adalah pasien yang datang dengan keluhan berdebar, ujar dr. Rizki

“Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada irama jantungnya,” jelasnya.

dr. Rizki menyarankan setiap merasakan keluhan, jemaah yang memiliki faktor risiko jantung harus segera menyampaikan kepada petugas kesehatan di kloter, baik kepada dokter maupun perawat, sehingga segera dapat dilakukan evaluasi terhadap kondisi jemaah dan diputuskan tindakan yang dibutuhkan jemaah.

Baca Juga: Jatuh Bangun Komedian Kadir, Jual Rumah hingga Tanah untuk Pasang Ring Jantung, Kini Jualan Soto Kudus

“Sehingga mereka bisa langsung lakukan evaluasi apakah ini terkait dengan perburukan kondisi ataukah tidak. Dengan demikian kita bisa melakukan pelayanan pengobatan di KKHI,” tutup dr. Rizki.

Komentar