Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini Temuan Peneliti

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:45 WIB
Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini Temuan Peneliti
Ilustrasi ibu hamil (Pixabay.com/Pexels)

Suara.com - Peluang seorang wanita bisa hamil sebesar 31 persen bila mencoba berhubungan seks 1 hari sebelum masa ovulasi dan sebesar 33 persen jika mencobanya selama masa ovulasi.

Tapi, para peneliti telah menemukan 1 kondisi yang mungkin akan memengaruhi peluang hamil seorang wanita.

Beberapa penelitian menemukan stres tidak hanya memengaruhi kehamilan, tapi juga jenis kelamin anak dalam kandungan, yakni laki-laki atau perempuan.

Para peneliti menemukan wanita yang mengalami stres selama kehamilan berpeluang mengandung anak laki-laki. Stres selama kehamilan ini, seperti peningkatan kadar hormon, gula darah, perubahan berat badan dan terjadinya peradangan.

Tekanan kehidupan sehari-hari juga bisa memengaruhi jenis kelamin bayi dalam kandungan. Dalam beberapa penelitian, para ahli mengamati bahwa wanita yang mengalami segala jenis stres cenderung memiliki anak perempuan.

Ilustrasi wanita stres (Pexels.com/Mikhail Nilov)
Ilustrasi wanita stres (Pexels.com/Mikhail Nilov)

Namun, mereka tidak menganggap stres ini sebagai faktor yang memengaruhi jenis kelamin anak sepenuhnya. Stres hanya dianggap salah satu dari semua faktor yang memengaruhi jenis kelamin anak dalam kandungan.

Selain itu, dilansir dari Bright Side, stres fisik dan emosional juga bisa menurunkan peluang Anda hamil anak laki-laki.

Karena, laki-laki lebih rentan terhadap lingkungan prenatal yang berisiko. Ada banyak penelitian yang mengatakan anak laki-laki lebih kecil risikonya bertahan hidup ketika ibunya stres.

Berdasarkan pengamatan, sebanyak 56 persen ibu hamil sehat melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki dan 40 persen ibu hamil dengan stres psikologis serta 31 persen ibu hamil stres fisik melahirkan anak perempuan.

Jadi, semakin banyak dukungan sosial yang diperoleh ibu selama kehamilan, maka semakin besar ibu mengandung anak laki-laki.

Stres secara fisik juga sesuatu yang bisa mempengaruhi jenis kelamin bayi dalam kandungan, tapi dukungan sosial memberikan pengaruh biologis yang sangat besar pada kesehatan ibu.

Oleh karenanya, penting sekali memastikan ibu hamil merasa aman, tenang dan berlatih relaksasi untuk mengurangi stres selama kehamilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkan Ibu Hamil Cuci Muka Menggunakan Sabun Jerawat?

Bolehkan Ibu Hamil Cuci Muka Menggunakan Sabun Jerawat?

Health | Selasa, 28 Juni 2022 | 18:30 WIB

4 Tips agar Pengalaman Memalukan Tak Membuatmu Stres, Jangan Diingat Terus!

4 Tips agar Pengalaman Memalukan Tak Membuatmu Stres, Jangan Diingat Terus!

Your Say | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:32 WIB

Stres dan Pola Makan Picu Rambut Rontok, Ini Penjelasan Ahli

Stres dan Pola Makan Picu Rambut Rontok, Ini Penjelasan Ahli

Sumbar | Selasa, 28 Juni 2022 | 13:15 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB