facebook

Anggota DPR Muhidin Mohamad Said Alami Blackout Saat Rapat Paripurna, Ketahui Bedanya dengan Pingsan

Risna Halidi | Lilis Varwati
Anggota DPR Muhidin Mohamad Said Alami Blackout Saat Rapat Paripurna, Ketahui Bedanya dengan Pingsan
Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin Mohamad Said. (Dok: DPR)

"Pak Muhidin tadi blackout sebentar dan jatuh, namun bisa berdiri kembali," kata Indra kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).

Suara.com - Wakil Ketua Badan Anggaran atau Banggar DPR RI - Muhidin Mohamad Said sempat tumbang di depan ruang sidang saat rapat paripurna pada Kamis (30/6/2022) pagi. Meski begitu, ia masih dalam keadaan sadar saat terjatuh. 

Terekam dalam siaran langsung di YouTube DPR RI, Muhidin bahkan sempat melambaikan tangan saat dibawa keluar ruangan dengan kursi roda.

Sekjen DPR RI Indra Iskandar memastikan bahwa Muhidin masih dalam keadaan sadar saat tiba-tiba tumbang. Politisi Golkar itu bahkan juga sempat berdiri usai tumbang.

"Pak Muhidin tadi blackout sebentar dan jatuh, namun bisa berdiri kembali," kata Indra kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Bocah 15 Tahun Tewas Dianiaya Temannya Gegara Ogah Beli Jajanan Es, NRW Sempat Semaput usai Kepalanya Dihujani Pukulan

Selanjutnya, Muhidin akan menjalani cek kesehatan setelah kondisinya membaik.

Walaupun sempat menjatuhkan diri, sebenarnya kondisi blackout yang dialami Muhidin berbeda dengan pingsan.

Dikutip dari Alodokter, blackout terjadi dengan kondisi pandangan yang tiba-tiba gelap. Dalam dunia medis kondisi itu disebut dengan sinkop. Sinkop berkaitan dengan kurangnya sirkulasi darah ke otak. 

Meski begitu, seseorang yang alami sinkop bisa kembali sadar penuh setelahnya. Gejala awal yang dapat ditimbulkan seperti lemas, mengantuk, pusing, mual, linglung, jantung berdebar  dan keluhan lainnya.

Sedangkan pingsan berarti kehilangan kesadaran. Penyebab utama bisa karena penurunan sementara tekanan darah.

Baca Juga: Pingsan di Kamar Mandi, Irfan Hakim Dilarikan ke IGD

Tekanan darah yang turun terlalu rendah akan membuat jantung tidak cukup dalam memompa darah ke otak. Akibatnya, seseorang mengalami kehilangan kesadaran.

Komentar