facebook

Kemenkes: Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh Upaya Pemerataan Pelayanan Kesehatan

M. Reza Sulaiman
Kemenkes: Operasi Bedah Robotik Jarak Jauh Upaya Pemerataan Pelayanan Kesehatan
Teknologi robotik bedah jarak jauh [Foto: ANTARA]

Kementerian Kesehatan mengungkap alasan didirikannya Pusat Bedah Robotik Indonesia. Salah satunya adalah sebagai upaya pemerataan pelayanan kesehatan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan mengungkap alasan didirikannya Pusat Bedah Robotik Indonesia. Salah satunya adalah sebagai upaya pemerataan pelayanan kesehatan.

"Ada berbagai cara untuk meratakan pelayanan kesehatan. Jadi penggunaan robotic telesurgery ini adalah salah satu cara yang Kementerian Kesehatan coba lakukan," kata Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ketahanan Industri Obat dan Alat Kesehatan Prof. dr. Laksono Trisnantoro, dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Prof. Laksono berharap dengan dukungan teknologi ini operasi bedah bisa dilakukan di semua wilayah di Indonesia.

Praktik bedah robotik jarak jauh atau robotic telesurgery posisi operator yang mengendalikan console, berjarak jauh dengan lengan robotik dan pasiennya. Jarak jauh bisa hanya berbeda ruangan di RS yang sama, atau di lokasi RS yang berbeda, bahkan bisa berbeda pulau, negara, maupun benua.

Baca Juga: Keren Banget! Kementerian Kesehatan Bentuk Pusat Bedah Robotik Indonesia, Di Mana Lokasinya?

Keuntungan dari telesurgery adalah dokter bedah tidak perlu datang ke daerah terpencil, daerah bencana, atau daerah konflik untuk dapat melakukan pembedahan kompleks yang tidak dapat dilakukan oleh dokter bedah di daerah tersebut.

Bedah robotik jarak jauh dikendalikan secara remote, posisi dokter bedah sangat ergonomis dan tidak melelahkan. Gerakan instrumen robotik sangat fleksibel, terdapat 7 arah derajat kebebasan gerak.

Jenis operasi yang bisa dilakukan antara lain bedah thoraks (pembedahan jantung dan paru), bedah digestif (kolesistektomi, appendektomi, reseksi kolon, reseksi gaster, pembedahan bariatrik, reseksi pankreas, liver, limpa), bedah urologi (pembedahan pada ginjal, kandung kencing, prostat), ginekologi (myoma uteri, kista ovarium, endometriosis).

Dokter Spesialis Bedah Digestif RS Hasan Sadikin Bandung dr. Reno Budiman mengatakan bedah robotik ini sebetulnya perpanjangan tangan dokter bedah tapi dengan akurasi yang lebih tinggi.

"Jadi karena robotnya itu tidak bergerak sendiri tetap harus ada operator yang mengendalikannya dan itu harus seorang dokter spesialis bedah. Robot ini memiliki gerakan yang lebih akurat dan lebih presisi sehingga pembedahan dilakukan dengan luka sekecil mungkin," katanya.

Baca Juga: Kabar Baik! Kemenkes Punya Pusat Bedah Robotik Indonesia, Bisa Layani Bedah Jarak Jauh

Sebagai pilot project, ada dua unit robot bedah jarak jauh dengan merek Sina. Unit ada di RS Hasan Sadikin Bandung, dan RS Sardjito Yogyakarta.

Komentar