Penyintas Kanker Berisiko Tinggi Menderita Penyakit Jantung Setelah Pengobatan, Ini Penyebabnya!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 01 Juli 2022 | 17:19 WIB
Penyintas Kanker Berisiko Tinggi Menderita Penyakit Jantung Setelah Pengobatan, Ini Penyebabnya!
Ilustrasi mendeteksi penyakit jantung. (Foto oleh Los Muertos Crew dari Pexels)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa penyintas kanker berisiko tinggi mengalami masalah jantung di masa depan. Risikonya 42 persen lebih tinggi, dibanding yang bukan penyintas kanker.

Berdasarkan penelitian ini, dilansir dari Health Day, kemungkinan risiko peningkatan masalah jantung disebabkan oleh kerusakan akibat pengobatan kanker.

"Ada kemoterapi yang dapat merusak jantung, dan radiasi ke dada juga dapat memengaruhi jantung," kata kepala kardio-onkologi di Johns Hopkins Medicine, Baltimore, Roberta Florido.

Menurutnya, pengobatan kanker jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau jantung.

Risiko gagal jantung setelah kanker sangat tinggi, yakni 52 persen. Sementara risiko stroke 22 persen. Namun, tidak ada risiko tinggi untuk terkena serangan jantung atau penyakit arteri koroner.

Ilustrasi penyakit jantung (Shutterstock)

Untuk penelitian ini, Florido dan rekan-rekannya menganalisis data lebih dari 12.400 pria dan wanita, yang diteliti dari 1987 hingga 2020. Dari peserta, lebih dari 3.200 mengembangkan kanker selama waktu itu.

Mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung adalah penyintas kanker payudara, paru-paru, usus besar, darah, dan limfatik. Sementara kanker prostat tidak karena jarang diobati dengan terapi agresif yang dapat memengaruhi jantung.

Masalah jantung dapat berkembang selama terapi kanker atau berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah pengobatan kanker.

"Bahkan jika Anda tidak mengalami masalah selama terapi, peningkatan risiko itu akan bertahan seumur hidup. Fakta Anda tidak mengalami gagal jantung selama kemoterapi tidak berarti10 hingga 15 tahun kemudian Anda tidak akan mengalaminya," lanjutnya.

Florido mengatakan banyak dokter tidak menyadari peningkatan risiko, tetapi mereka dan pasien mereka perlu menyadarinya.

Selain itu, penyintas kanker perlu mengambil langkah-langkah tepat untuk nenurunkan risiko penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Jangan Sampai Asupan Gula Kamu Melebihi Batas Harian

Waspada, Jangan Sampai Asupan Gula Kamu Melebihi Batas Harian

Health | Kamis, 30 Juni 2022 | 14:50 WIB

Ibadah Haji dengan Aman dan Sehat, Dokter Minta Jemaah Haji Waspadai Kekambuhan Penyakit Jantung

Ibadah Haji dengan Aman dan Sehat, Dokter Minta Jemaah Haji Waspadai Kekambuhan Penyakit Jantung

Health | Kamis, 30 Juni 2022 | 09:17 WIB

Seorang Jamaah dari Kloter 11 Jakarta-Bekasi Meninggal Dunia di Tanah Suci Akibat Serangan Jantung

Seorang Jamaah dari Kloter 11 Jakarta-Bekasi Meninggal Dunia di Tanah Suci Akibat Serangan Jantung

Bekaci | Kamis, 30 Juni 2022 | 07:35 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB