Peneliti Melakukan Uji Coba Pengobatan Kanker Otak Mematikan Menggunakan Virus

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 01 Juli 2022 | 18:49 WIB
Peneliti Melakukan Uji Coba Pengobatan Kanker Otak Mematikan Menggunakan Virus
Ilustrasi kanker otak (Shutterstock).

Suara.com - Peneliti sedang melakukan uji coba pengobatan kanker otak langka yang tidak dapat disembuhkan menggunakan virus. Menurut studi fase pertama, virus ini dapat membunuh sel tumor pada anak-anak secara aman.

Uji coba pertama ini juga menunjukkan kelayakan memberikan terapi virus secara langsung ke kanker Diffuse Intrinsic Pontine Glioma (DIPG) yang terbentuk di batang otak, lapor Health Day,

Namun, apakah pendekatan tersebut pada akhirnya dapat memperpanjang hidup anak-anak? Masih harus dicari jawabannya.

DIPG jarang terjadi. Kanker ini tidak ada obatnya dan sebagian besar muncul di bagian batang otak yang disebut pons, sehingga tidak mungkin untuk mengangkat kanker melalui pembedahan.

Saat ini, pengobatannya meliputi radiasi. Namun, menurut peneliti, cara ini hanya mengulur waktu karena kanker hampir selalu berkembang lagi.

Ilustrasi kanker otak (Pixabay/VSRao)
Ilustrasi kanker otak (Pixabay/VSRao)

Banyak anak yang didiagnosis dengan DIPG meninggal dalam waktu satu tahun, dan kurang dari 10 persen yang bertahan selama dua tahun.

Dalam percobaan ini, para peneliti dari Spanyol, Belanda, dan Amerika Serikat beralih ke terapi virus oncolytic, sebuah pendekatan yang telah dipelajari untuk kanker tertentu.

Terapi ini melibatkan virus yang sudah dimodifikasi di laboratorium untuk menginfeksi dan menyebar di dalam sel kanker.

Peneliti menggunakan virus flu yang sudah diubah, disebut DNX-2401, yang telah terbukti membunuh sel DIPG pada hewan di laboratorium.

Menggunakan kanula (selang tipis) yang dirancang khusus, peneliti perlahan memasukkan virus ke tumor 12 anak dan remaja yang menderita DPIG.

Menurut pemimpin penelitian Jaime Gallego Perez-Larraya dari Health Research Institute of Navarra, Spanyol, tujuan utama studi ini adalah untuk menilai keamanan prosedur.

Secara keseluruhan, efek samping paling umum adalah sakit kepala, mual, muntah dan kelelahan. Dua anak mengalami kelemahan ekstremitas.

Sayangnya, sebagian besar anak akhirnya menyerah pada penyakit mereka, tetapi kelangsungan hidup rata-rata menjadi hampir 18 bulan. Angka itu lebih tinggi dari biasanya.

Bahkan, dua anak masih hidup melewati 30 bulan. Termasuk satu anak yang bebas perkembangan sel kanker setelah 38 bulan.

Namun, wakil direktur neuro-onkologi pediatrik di Dana-Farber Cancer Institute/Boston Children's Hospital, Susan Chi, memperingatkan bahwa ini terlalu dini untuk menarik kesimpulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyanyi Tom Parker Meninggal Dunia karena Kanker Otak

Penyanyi Tom Parker Meninggal Dunia karena Kanker Otak

Entertainment | Kamis, 31 Maret 2022 | 14:37 WIB

Berawal dari Sakit Kepala Mendadak hingga Merasa Mencium Bau Gas, Ternyata Wanita Ini Idap Kanker Otak

Berawal dari Sakit Kepala Mendadak hingga Merasa Mencium Bau Gas, Ternyata Wanita Ini Idap Kanker Otak

Health | Jum'at, 11 Februari 2022 | 11:42 WIB

Saat Ditahan, Wabup Johan Anuar Jalani Operasi Kanker Otak

Saat Ditahan, Wabup Johan Anuar Jalani Operasi Kanker Otak

Sumsel | Senin, 10 Januari 2022 | 12:10 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB