facebook

Dialami Ayah Ayu Ting Ting, Waspadai Faktor Pemicu Hernia atau Turun Berok!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Dialami Ayah Ayu Ting Ting, Waspadai Faktor Pemicu Hernia atau Turun Berok!
Ayah Ojak dirawat di rumah sakit. Ayu Ting Ting dan Umi Kalsum terlihat menemani. [Instagram]

Ada beberapa faktor pemicu hernia atau turun berok pada ayah Ayu Ting Ting.

Suara.com - Beberapa waktu lalu, ayah Ojak, ayah Ayu Ting Ting baru saja menjalani operasi untuk mengatasi hernia yang ukurannya masih kecil.

Hernia juga dikenal sebagai turun berok, yang merupakan benjolan akibat keluarnya organ dalam tubuh melalui jaringan di sekitarnya yang melemah.

Pada dasarnya, penyebab semua jenis hernia itu sama. Dinding otot atau jaringan tertentu pada tubuh Anda mempunyai bukaan atau bagian yang lemah.

Kemudian, organ atau jaringan di sekitarnya menekan bagian yang lemah. Sebenarnya, bagian otot yang melemah sudah ada sejak lahir. Tapi, pelemahan otot terjadi seiring waktu pada jenis hernia tertentu.

Baca Juga: Sejumlah Obat Kanker Berbiaya Mahal Diperdebatkan Masuk FORNAS

Ada kondisi tertentu yang berkontribusi terhadap perkembangan hernia, termasuk jenis kelamin, obesitas, penggunaan tembakau, diabetes mellitus, batuk kronis, riwayat operasi, masalah genetik, penuaan, olahraga atau cedera traumatis.

Pesta Ulang Tahun Abdul Rozak Ayah Ayu Ting Ting di Mekkah (Instagram/@ayutingting92)
Pesta Ulang Tahun Abdul Rozak Ayah Ayu Ting Ting di Mekkah (Instagram/@ayutingting92)

Tapi dilansir dari Total Hernia Repair Center, ada beberapa faktor yang bisa memicu hernia.

1. Genetik

Hernia dapat diturunkan dalam keluarga. Ada kelainan genetik serat kolagen di otot dan fasia dapat meningkatkan risiko pembentukan hernia.

2. Jenis kelamin

Baca Juga: Muncul Nyeri di 3 Bagian Tubuh Ini, Waspadai Tanda Kanker Serviks

Pria memiliki risiko lebih besar terkena hernia dibandingkan wanita.

3. Obesitas

Obesitas meningkatkan risiko pembentukan hernia setelah operasi perut rutin. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kekambuhan hernia setelah operasi perbaikan hernia.

4. Angkat berat

Cedera terkait pekerjaan dapat membebani dengan perkembangan hernia. Mengangkat beban secara teratur di tempat-tempat kerja mungkin meningkatkan tekanan intra-abdomen yang mengarah pada pembentukan hernia.

5. Batuk, bronkitis, asma

Batuk telah terbukti meningkatkan tekanan perut Anda lebih dari semua jenis angkat berat yang dapat memberikan banyak tekanan pada dinding perut. Pasien yang batuk karena merokok, bronkitis, asma, PPOK, refluks asam, atau post-nasal drip memiliki risiko lebih tinggi terkena hernia inguinalis.

6. Sembelit

Mengejan karena sembelit meningkatkan tekanan intra-abdomen yang dapat memicu pembentukan hernia. Oleh karena itu, diet rendah serat yang dapat menyebabkan konstipasi juga berisiko untuk pembentukan hernia yang lebih tinggi.

Ilustrasi buang air besar, sembelit (Unsplash/Giorgio Trovato)
Ilustrasi buang air besar, sembelit (Unsplash/Giorgio Trovato)

7. Sleep apnea

Sleep apnea telah berkorelasi dengan berbagai faktor yang menyebabkan peningkatan risiko hernia. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin karena oksigenasi yang buruk, kesehatan jaringan serta tekanan dari mendengkur

8. Pembesaran prostat atau mengejan

Jika prostat membesar, pria cenderung mengejan untuk membuat aliran urine yang lemah lebih cepat. Kondisi ini bisa mengakibatkan peningkatan tekanan intraabdomen dan kecenderungan pembentukan hernia.

Pada wanita, mengejan untuk buang air kecil dapat terjadi pada mereka yang mengalami prolaps kandung kemih atau sistokel.

9. Steroid

Steroid, obat modulator imun, obat anti-penolakan, dan agen kemoterapi yang mengurangi proses penyembuhan luka berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi dari perkembangan hernia insisional.

Bahkan pasien yang menjalani transplantasi organ, pasien yang menerima kemoterapi dan pasien dengan steroid kronis atau modulator kekebalan untuk masalah lain, seperti rheumatoid arthritis atau masalah paru-paru juga berisiko mengalami kondisi ini.

10. Diabetes

Pasien dengan diabetes memiliki masalah dengan penyembuhan. Setelah operasi perut atau panggul, diabetes yang tidak terkontrol dengan baik bisa menyebabkan penutupan lapisan otot dan fasia tidak akan sembuh dengan baik. Kondisi ini akan mengakibatkan hernia insisional.

Komentar