facebook

Berawal dari Tergores Pinggiran Tangga, Kulit Kaki Wanita Ini Malah Berakhir Mengenaskan, Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Berawal dari Tergores Pinggiran Tangga, Kulit Kaki Wanita Ini Malah Berakhir Mengenaskan, Kok Bisa?
Ilustrasi Kaki Luka (Pixabay)

Evans terpaksa hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan karena luka sekecil apa pun akan berubah menjadi borok di kakinya.

Suara.com - Sharon Evans (39) asal Carolina Utara baru mengetahui bahwa dirinya mengidap kondisi langka setelah kulitnya tterbentur pinggiran tangga ketika kabur dari kejaran sigung pada November tahun lalu.

Ibu enam anak ini menderita pyoderma gangrenosum, sebuah kondisi langka yang menyebabkan luka besar menyakitkan (ulkus) berkembang di kulit. Paling sering kondisi ini terjadi di kaki.

Penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, lapor New York Post.

Akibatnya, Evans terpaksa hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan karena luka sekecil apa pun akan berubah menjadi borok di kakinya.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh, Pengemudi dan Penumpang Luka-luka hingga Patah Tulang

"Aku baik-baik saja sampai sebulan kemudian, ketika keropeng kakiku mulai terbuka," kenang Evans.

Ilustrasi kaki (Shutterstock)

Setelah itu, lukanya terlihat membusuk dan berisi nanah, layaknya luka pada 'zombie'.

Awalnya ia berharap luka tersebut akan sembuh, tetapi seiring waktu justru semakin melebar ke seluruh kakinya. Kondisi itu membuat Evans tidak bisa bangun dari tempat tidur selama sebulan.

Lalu, beberapa bulan kemudian, kakinya terbentur pintu mobil, menyebabkan dua bisul muncul seperti hydra epidermis. Hingga akhirnya luka tersebut kembali terbuka.

Evans bingung dengan kondisinya. Sebab, ia sering luka sebelumnya tetapi tidak pernah berikutnya.

Baca Juga: Kerusahan di Uzbekistan Tewaskan 18 Orang, Ratusan Luka-luka

Setelahnya, Evans memeriksakan dirinya ke dokter dan diberi antibiotik. Namun, setelah pengobatannya gagal menyembuhkan kondisinya, pasien dipindahkan ke ruang gawat darurat.

Ia pun didiagnosis selulitis, atau infeksi bakteri di kulit dan jaringan di bawahnya. Kondisi ini menyebabkan kulit kemerahan, bengkak, dan melepuh.

Dokter akhirnya melakukan biopsi dan mencari tahu penyebab kondisi kulitnya.

Sejak saat itu, Evans selalu berhati-hati ketika berjalan sehingga ia tidak akan terluka.

Komentar