Sering Kesemutan Gejala Penyakit Apa? Ini 5 Kemungkinannya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Minggu, 10 Juli 2022 | 14:35 WIB
Sering Kesemutan Gejala Penyakit Apa? Ini 5 Kemungkinannya
Ilustrasi gambar sering kesemutan. (freepik)

Suara.com - Kesemutan adalah sensasi tegang, kencang seketika, rasa tertusuk-tusuk, dan ngilu pada anggota tubuh yang dirasakan dalam waktu bersamaan. Umumnya, kesemutan ini terjadi di bagian tangan, kaki, dan paha. Sering kesemutan bisa jadi tanda suatu penyakit. Lalu, sering kesemutan gejala penyakit apa?

Diketahui, kesemutan atau yang dikenal juga sebagai parestesia umumnya hanya terjadi dalam hitungan menit saja. Akan tetapi, kesemutan juga bisa terjadi sementara namun berkepanjangan. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh berbagai gangguan kesehatan.

Lantas, sering kesemutan gejala penyakit apa? Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Diabetes

Gejala Kesemutan bisa jadi petanda penyakit diabetes. Neuropati diabetes ini diakibatkan oleh kerusakan saraf karena tingginya gula darah. Penderita diabetes umumnya sering merasaian kesemutan pada bagian tangan maupun kaki. 

2. Gagal ginjal

Kesemutan juga bisa jadi tanda penyakit gagal ginjal. Umumnya, gejala penyakit gagal ginjal ini sering mengalami kesemutan pada bagian kaki. Penyakit ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan diabetes. 

Untuk mengetahui kesemutan yang Anda alami tersebut apakah gejala dari gagal ginjal atau tidak, perlu dilakukan  tes EMG (neurologis electromyography), tes ini berguna untuk mengukur kinerja otot serta kecepatan konduksi saraf.

Ilustrasi (shutterstock)
Ilustrasi (shutterstock)

3. Kekurangan vitamin

Tidak mendapat cukup asupan vitamin juga bisa mengalami kesemutan, khususnya kekurangan vitamin B. Umumnya, kekurangan vitamin ini bisa disebabkan karena pola makan  buruk atau bisa juga karena kondisi yang mendasarinya. Anda perlu asupan vitamin yang cukup dengan mengonsumsi makan-makanan sehat agar terhindar dari berbagai gejala penyakit.

4. Penggunaan obat-obatan

Jika mengonsumsi obat secara terus-menerus maka akan berdampak tidak baik bagi kesehatan tubuh. Tahukah Anda bahwa beberapa obat rupanya memiliki efek samping kaki kesemutan. Adapun obat paling umum pemicu kesemutan yaitu obat kanker (kemoterapi), obat AIDS dan HIV.  Penggunaan obat secara berlebihan bisa menyebabkan kesemutan yang berkepanjangan.

5. Infeksi

Infeksi merupakan penyakit yang dipicu oleh bakteri, virus, parasit dan jamur. Beberapa infeksi juga bisa memicu radang saraf. Hal tersebut dapat menimbulkan kesemutan pada area kaki. Adapun jenis infeksi yang memicu kesemutan yaitu penyakit herpes, lyme, hepatitis (B & C), dan kusta.

Demikian informasi mengenai sering kesemutan gejala penyakit apa. Jika Anda mengalami kesemutan berkepanjangan, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau layanan kesehatan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Kunci Mengatasi Masalah Neuropati

Begini Kunci Mengatasi Masalah Neuropati

Health | Selasa, 21 Juni 2022 | 10:17 WIB

Sensasi Aneh di Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19, Begini Cara Deteksinya!

Sensasi Aneh di Tubuh Ini Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19, Begini Cara Deteksinya!

Health | Kamis, 16 Juni 2022 | 17:14 WIB

Tidak Perlu Ribet, Ini 8 Cara untuk Mengatasi Kesemutan di Rumah

Tidak Perlu Ribet, Ini 8 Cara untuk Mengatasi Kesemutan di Rumah

Your Say | Senin, 25 April 2022 | 06:38 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB