Ivana Trump Meninggal Diduga Dipicu Henti Jantung, Kenali 15 Faktor Risiko Agar Bisa Terhindar

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 15 Juli 2022 | 10:50 WIB
Ivana Trump Meninggal Diduga Dipicu Henti Jantung, Kenali 15 Faktor Risiko Agar Bisa Terhindar
Ivana Trump. (Dok: Instagram/ivanatrumpfan)

Suara.com - Ivana Trump meninggal diduga karena henti jantung. Mantan istri dari Donald Trump itu ditemukan meninggal di bagian bawah tangga rumahnyanya.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki apakah Ivana Trump jatuh dari tangga sebelum kematiannya.

Petugas menemukan tubuh perempuan berusia 73 tahun itu sekitar pukul 12:40. setelah dipanggil ke rumahnya untuk pemeriksaan kesehatan.

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak dan kematian jantung mendadak.

Dilansir dari Mayoclinic, henti jantung adalah hilangnya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh masalah pada sistem kelistrikan jantung yang mengganggu tindakan pemompaan jantung dan menghentikan aliran darah ke tubuh Anda.

Ivana Trump. (Dok: Instagram/ivanatrumpfan)
Ivana Trump. (Dok: Instagram/ivanatrumpfan)

Penyakit henti jantung sebenarnya bisa dicegah, salah satunya dengan mengetahui faktor risikonya. Dilansir dair Cleveland Clinik dua faktor risiko utama henti jantung meliputi:

Serangan jantung sebelumnya

Risiko kematian jantung mendadak Anda lebih tinggi selama enam bulan pertama setelah serangan jantung. Penyedia layanan kesehatan menghubungkan 75% kematian jantung mendadak dengan serangan jantung sebelumnya.

Penyakit arteri koroner

Faktor risiko penyakit arteri koroner termasuk merokok, riwayat keluarga penyakit kardiovaskular, kolesterol tinggi atau pembesaran jantung. Ada hubungan antara 80% kematian jantung mendadak dan penyakit arteri koroner.

Faktor risiko lainnya termasuk:

  • Episode serangan jantung mendadak sebelumnya.
  • Riwayat keluarga dengan serangan jantung mendadak atau kematian jantung mendadak.
  • Riwayat pribadi atau keluarga dari irama jantung abnormal tertentu, termasuk sindrom long QT, sindrom Wolff-Parkinson-White dan takikardia ventrikel.
  • Takikardia ventrikel atau fibrilasi ventrikel setelah serangan jantung.
  • Riwayat kelainan jantung bawaan (sejak lahir) atau kelainan pembuluh darah.
  • Riwayat sinkop (episode pingsan dengan penyebab yang tidak diketahui).
  • Gagal jantung (suatu kondisi di mana daya pemompaan jantung Anda lebih lemah dari biasanya). Orang dengan gagal jantung 6 sampai 9 kali lebih mungkin mengalami aritmia ventrikel dibandingkan kebanyakan orang yang dapat menyebabkan serangan jantung mendadak.
  • Kardiomiopati dilatasi (menyebabkan sekitar 10% kematian jantung mendadak). Jaringan parut dan kerusakan pada otot jantung Anda meningkatkan kemungkinan irama jantung yang tidak normal, yang pada gilirannya menyebabkan serangan jantung.
  • Kardiomiopati hipertrofik (otot jantung menebal yang terutama mempengaruhi ventrikel Anda).
    Perubahan signifikan dalam kadar kalium dan magnesium dalam darah.
  • Kegemukan.
  • Diabetes.
  • Penggunaan narkoba rekreasi.
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang “pro-aritmia” dapat meningkatkan risiko aritmia yang mengancam jiwa.

Jika Anda memiliki salah satu dari faktor risiko ini, penting untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang cara mengurangi risiko Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ivana Trump Meninggal Diduga Karena Henti Jantung, Kenali 5 Pemicunya

Ivana Trump Meninggal Diduga Karena Henti Jantung, Kenali 5 Pemicunya

Health | Jum'at, 15 Juli 2022 | 09:48 WIB

Mengenal Henti Jantung, Diduga Jadi Sebab Ivana Trump Meninggal

Mengenal Henti Jantung, Diduga Jadi Sebab Ivana Trump Meninggal

Health | Jum'at, 15 Juli 2022 | 09:17 WIB

Istri Pertama Donald Trump Ivana Trump Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Istri Pertama Donald Trump Ivana Trump Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

| Jum'at, 15 Juli 2022 | 08:31 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB