Gejala dan Cara Mengobati Alergi Sperma, Kondisi Langka yang Sulit Didiagnosis

Risna Halidi | Suara.com

Sabtu, 16 Juli 2022 | 19:50 WIB
Gejala dan Cara Mengobati Alergi Sperma, Kondisi Langka yang Sulit Didiagnosis
Ilustrasi sperma. (Shutterstock)

Suara.com - Alergi sperma mungkin terdengar asing dan mengada-ngada. Tapi di dunia ini, alergi sperma merupakan hal yang benar-benar bisa terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan.

Alergi sperma sendiri merupakan kondisi langka yang sulit didiagnosis. Padahal, dampaknya tidak hanya memengaruhi kesehatan, tapi juga kehidupan seksual pasangan.

Maka dari itu, penting bagi setiap orang yang merasakan gejala alergi sperma untuk berkonsultasi dengan dokter. Dikutip Suara.com dari Hello Sehat, berikut beberapa gejala alergi sperma.

Perempuan yang alergi pada sperma atau semen biasanya mengalami gejala dalam waktu 5 sampai 30 menit sejak terkena pemicu alergi. Ciri-cirinya antara lain:

  • Ruam kemerahan
  • Rasa panas
  • Gatal-gatal (biduran)
  • Pembengkakan
  • Nyeri

Mereka umumnya mengalami reaksi alergi pada kulit vulva atau bagian dalam vagina, yang sering disalah artikan sebagai vaginitis (radang vagina), infeksi jamur, atau infeksi menular seksual seperti herpes.

Sementara itu, lelaki cenderung mengalami gejala pada area kulit di atas penis.

Namun, reaksi alergi juga dapat muncul pada bagian tubuh lain yang tidak terkena sperma seperti biduran pada tangan, dada, atau sekujur tubuh.

Gejala pada pria terkadang turut disertai rasa lelah yang parah, panas pada seluruh tubuh, dan gejala mirip flu yang muncul setelah ejakulasi. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa jam hingga hari, tergantung tingkat keparahan.

Gejala alergi sperma akan mereda begitu Anda menghindari pemicunya. Namun, ada pula yang berisiko mengalami reaksi parah yang disebut anafilaksis. Berikut tanda-tanda anafilaksis yang perlu diwaspadai:

  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada lidah, tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya
  • Jantung berdebar dengan denyut yang lemah
  • Penurunan tekanan darah secara drastis
  • Mual, muntah, atau diare
  • Pingsan atau koma

Bagaimana cara mengobati alergi sperma?
Ada dua macam metode pengobatan yang dapat Anda pilih, yakni desensitisasi dan konsumsi obat.

Desensitisasi adalah proses untuk mengurangi reaksi sistem imun terhadap alergen. Caranya, dokter akan mengoleskan sperma yang sudah diencerkan ke penis atau vagina setiap 20 menit sekali hingga gejala alergi berkurang.

Setelah desensitisasi pertama, kulit harus terkena alergen yang sama agar kembali parah seperti dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan rutin berhubungan seks setiap 48 jam sekali.

Sementara obat-obatan alergi dapat meringankan gejala dan mencegah kekambuhan setelah berhubungan seks. Ini juga merupakan alternatif bagi mereka yang tidak nyaman bila harus terus memakai kondom.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengonsumsi obat antihistamin 30-60 menit sebelum berhubungan seks. Obat ini dapat dibeli tanpa resep dokter, tapi tetap perlu berdiskusi dengan dokter bila hendak mengonsumsi lainnya.

Bila berisiko mengalami anafilaksis, maka Anda perlu menyediakan suntikan epinefrin. Obat ini adalah pertolongan pertama alergi parah, bukan pencegahan. Tetap disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beragam Cara Meningkatkan Kualitas Sperma, Dianjurkan Sering Berhubungan Seks

Beragam Cara Meningkatkan Kualitas Sperma, Dianjurkan Sering Berhubungan Seks

Health | Rabu, 06 Juli 2022 | 12:51 WIB

Penyebab Lelaki Mengalami Mimpi Basah dan Alasan Mengapa Mulai Terjadi Saat Remaja

Penyebab Lelaki Mengalami Mimpi Basah dan Alasan Mengapa Mulai Terjadi Saat Remaja

Health | Senin, 04 Juli 2022 | 21:18 WIB

Makanan dan Minuman Bisa Pengaruhi Rasa Sperma Pria, Cobalah Konsumsi Ini

Makanan dan Minuman Bisa Pengaruhi Rasa Sperma Pria, Cobalah Konsumsi Ini

Health | Kamis, 30 Juni 2022 | 20:46 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB