Peneliti Temukan Gajah 5 Kali Lebih Kecil Risikonya Mati akibat Kanker

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 17 Juli 2022 | 11:48 WIB
Peneliti Temukan Gajah 5 Kali Lebih Kecil Risikonya Mati akibat Kanker
Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)

Suara.com - Kanker merupakan salah satu penyakit serius dan mematikan yang tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan seperti gajah.

Tapi, para peneliti menemukan bahwa gajah memiliki kemampuan melawan kanker yang lebih kuat daripada manusia.

Para peneliti mengatakan gajah 5 kali lebih kecil risikonya meninggal dunia akibat kanker daripada manusia.

Meskipun, gajah memiliki lebih banyak sel dalam tubuhnya yang bisa bermutasi menjadi tumor dan kanker.

Menurut peneliti, mamalia berbadan besar ini mendapatkan manfaatnya dari 40 gen penghapusan kanker yang dikenal sebagai protein p53 dalam tubuhnya.

Gen ini bisa bekerja dalam kasus-kasus kanker tertentu. Para ahli Universitas Oxford dan Edinburgh menemukan bagaimana DNA ekstra gajah berhenti ketika hal itu terjadi.

Ilustrasi Gajah [Shutterstock]
Ilustrasi Gajah [Shutterstock]

Mereka menemukan protein p53 gajah sedikit berbeda, yang mana ini berpengaruh pada kemampuan tubuhnya melawan kanker.

"Ini menunjukkan pentingnya kita perlu mempelajari hewan itu secara mendetail. Genetika dan fisiologi mereka semua didorong oleh sejarah evolusi serta ekologi, pola makan dan perilaku," kata Prof Fritz Vollrath dari Oxford dikutip dari The Sun.

Temuan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Biology and Evolution ini diharapkan bisa membantu mencari langkah pencegahan kanker yang lebih baik kedepannya.

Profesor Robin Fåhraeus, dari Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Nasional Prancis di Paris, mengatakan temuan ini sangat menarik karena kita menjadi tahu kontribusi protein p53 untuk mencegah perkembangan kanker.

"Pada manusia, protein p53 yang sama bertanggung jawab untuk memutuskan apakah sel harus berhenti berkembang biak atau mengalami apoptosis. Tetapi, cara kerja p53 ini sulit dijelaskan," kata Robin.

Anda juga harus tahu bahwa keberadaan beberapa jenis p53 pada gajah dengan kapasitas yang berbeda menawarkan pendekatan baru yang menarik. Hal ini berkaitan dengan kemampuannya mencegah perkembangan tumor dan kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinilai Lebih Ampuh dari Kemoterapi, Buah Ini Bisa Bantu Bunuh Sel Kanker!

Dinilai Lebih Ampuh dari Kemoterapi, Buah Ini Bisa Bantu Bunuh Sel Kanker!

Health | Minggu, 17 Juli 2022 | 09:21 WIB

Dokter Sebut Gejala Awal Kanker Lidah yang Harus Diwaspadai

Dokter Sebut Gejala Awal Kanker Lidah yang Harus Diwaspadai

Health | Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:19 WIB

Jangan Sepelekan Sariawan di Lidah yang Tak Sembuh-sembuh, Bisa Jadi Kanker

Jangan Sepelekan Sariawan di Lidah yang Tak Sembuh-sembuh, Bisa Jadi Kanker

Jawa Tengah | Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:01 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB