Kasus Stunting Hingga Obesitas Anak Masih Tinggi, Begini Penentu Status Gizi Jangka Pendek dan Panjang

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Rabu, 20 Juli 2022 | 09:36 WIB
Kasus Stunting Hingga Obesitas Anak Masih Tinggi, Begini Penentu Status Gizi Jangka Pendek dan Panjang
Ilustrasi stunting pada anak. [Istimewa]

Suara.com - Kasus stunting (tubuh pendek), wasting (tubuh kurus), dan obesitas pada anak saat ini masih tinggi di Indonesia. Banyaknya beberapa kasus tersebut menandakan status gizi anak di Indonesia yang belum terpenuhi.

Ketua PKGK FKM UI, Ahmad Syafiq, Ir, MSc, PhD mengungkapkan salah satu faktor yang menyebabkan kasus tersebut yaitu karena pemenuhan gizi yang belum mencukupi. Selain itu, pengetahuan Ibu juga masih terbilang kurang sehingga gizi anak tidak terpenuhi dengan baik.

“Gizi buruk berdampak pada 3 kondisi, stunting (tubuh pendek), wasting (tubuh kurus), dan obesitas. Pemenuhan gizi yang belum tercukupi baik sejak dalam kandungan hingga bayi lahir dapat menjadi pemicunya,” ucap Syafiq dalam peluncuran program #MelajuKuatBersama Ibu PKK (Pahlawan Kemajuan Keluarga), Selasa (19/7/2022).

Untuk menghadapi tiga kondisi tersebut harus mengetahui masalah yang menjadi penyebab status gizi yang kurang. Syafiq sendiri membagi penentu status gizi anak dalam dua hal, yaitu jangka panjang dan pendek.

Jangka panjang

Syafiq mengungkapkan, untuk penentuan status gizi untuk jangka panjang harus diketahui dari akar permasalahan yang dihadapi.

“Status gizi ini juga ditentukan hal-hal jangka panjang yang menjadi akar permasalahan mengapa masih banyak anak dengan status gizi yang buruk,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini terdapat beberapa akar masalah yang menyebabkan gizi anak tidak terpenuhi di antaranya:

  • Kelembagaan yang kurang memperhatikan status gizi anak.
  • Politik dan Ideologi yang membuat masyarakat sulit untuk pemenuhan gizi anak.
  • Kebijakan Ekonomi yang membuat masyarakat sulit memenuhi kebutuhan anak.
  • Sumber daya lingkungan, teknologi, dan penduduk yang masih kurang memadai.

Jangka Pendek

baca juga

Sementara itu, untuk penentuan status gizi jangka pendek sendiri status gizi disebabkan beberapa hal berikut.

  • Aksesibilitas pangan yang sulit sehingga menyebabkan susahnya memberikan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi anak.
  • Pola asuh orang tua juga memengaruhi status gizi anak. Jika pola asuh yang dilakukan baik, status gizi anak akan terpenuhi. Sedangkan, pola asuh yang tidak baik menjadi hal penyebab status gizi anak masih buruk.
  • Air minum, pelayanan kesehatan, dan sanitasi yang buruk akan menyebabkan status gizi anak tidak baik. Untuk itu, hal-hal ini sangat penting diperhatikan agar memperoleh status gizi anak yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Ini Ungkap Dampak Perubahan Iklim dan Keputusan Terkait Memilih Produk Nutrisi

Survei Ini Ungkap Dampak Perubahan Iklim dan Keputusan Terkait Memilih Produk Nutrisi

Lifestyle | Rabu, 20 Juli 2022 | 01:20 WIB

Kolaborasi Ibu PKK Fokus Menekan Angka Malnutrisi dan Triple Burden dengan Tiga Hal Ini

Kolaborasi Ibu PKK Fokus Menekan Angka Malnutrisi dan Triple Burden dengan Tiga Hal Ini

Health | Selasa, 19 Juli 2022 | 21:05 WIB

7 Jenis Makanan yang Dapat Menjaga Kesehatan Mata

7 Jenis Makanan yang Dapat Menjaga Kesehatan Mata

Your Say | Senin, 18 Juli 2022 | 20:02 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×