Japanese Encephalitis Sedang Merebak di Assam: 38 Jiwa Jadi Korban, 238 Orang Terinfeksi

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:20 WIB
Japanese Encephalitis Sedang Merebak di Assam: 38 Jiwa Jadi Korban, 238 Orang Terinfeksi
Ilustrasi Nyamuk (Pixabay) / Emphyrio

Suara.com - Assam, India, sedang bergulat dengan wabah mematikan Japanese Encephalitis. Sejauh ini, penyakit telah merenggut 38 nyawa dan menginfeksi 238 orang dalam tiga minggu terakhir.

Japanese Encephalitis telah menyerang lebih dari 20 distrik di negara bagian tersebut. Diduga penyebab wabah mendadak ini adalah hujan monsum yang deras dan banjir.

Menurut pejabat kesehatan setempat, Japanese Encephalitis merupakan penyakit umum di Assam, yang selaiu menyebabkan kematian setiap tahunnya selama musim hujan,

Dilansir The Health Site, data tahun lalu melaporkan sebanyak 40 orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Japanese Encephalitis merupakan penyakit radang otak yang disebabkan virus dengan nama yang sama. Penyakit ini paling banyak terjadi di Asia, termasuk Indonesia.

Ilustrasi nyamuk Anopheles, penyebab penyakit malaria. [Istimewa]
Ilustrasi nyamuk culex. [Istimewa]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC mencatat Indonesia merupakan salah satu daerah endemis virus japanese encephalitis, lapor Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Virus menular ke manusia melalui gigitan nyamuk culex atau Culex tritaeniorhynchus, yang biasanya lebih aktif di malam hari.

Nyamuk culex banyak ditemukan di daerah pesawahan dan area irigasi.

Cara terbaik untuk mencegh infeksi virus japanese encephalitis adalah dengan melindungi dari gigitan nyamuk, yang dilakukan dengan cara:

baca juga
  • Gunakan obat nyamuk.
  • Kenakan kemeja dan celana lengan panjang.
  • Dapatkan vaksinasi.
  • Cegah nyamuk masuk ke ruangan
  • Gunakan AC, jika teesedia
  • Hentikan perkembangbiakan telur.
  • Periksa wadah penampung air, baik di dalam maupun di luar ruangan
  • Gunakan kelambu

Penyakit tular vektor biasanya sulit dikendalikan setelah mulai menyebar. Curah hujan yang tinggi, banjir, genangan air dan drainase yang buruk membuat hampir tidak mungkin untuk menghentikan lonjakan kasus.

Selain itu, iklim tropis seperti Indonesia juga mendukung perkembangbiakan vektor nyamuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penghuni Lupa Matikan Obat Nyamuk Bakar, Ruko di Danurejan Terbakar Dini Hari

Penghuni Lupa Matikan Obat Nyamuk Bakar, Ruko di Danurejan Terbakar Dini Hari

Jogja | Minggu, 17 Juli 2022 | 11:56 WIB

Pesta Mabuk Saat Idul Adha Tewaskan 5 Orang, Ternyata Miras Dicampur Losion Anti Nyamuk

Pesta Mabuk Saat Idul Adha Tewaskan 5 Orang, Ternyata Miras Dicampur Losion Anti Nyamuk

Bali | Sabtu, 16 Juli 2022 | 13:00 WIB

Berawal dari Gigitan Nyamuk di Dahi, Pilot Wanita Ini Meninggal Dunia akibat Infeksi Bakteri

Berawal dari Gigitan Nyamuk di Dahi, Pilot Wanita Ini Meninggal Dunia akibat Infeksi Bakteri

Health | Selasa, 12 Juli 2022 | 13:15 WIB

Terkini

Persija Tanpa Didukung The Jakmania Hadapi Java United, Shin Tae-yong: Sakit Hati, Menyedihkan

Persija Tanpa Didukung The Jakmania Hadapi Java United, Shin Tae-yong: Sakit Hati, Menyedihkan

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 17:34 WIB

Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan

Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 17:33 WIB

Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Industri Perumahan

Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Industri Perumahan

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 17:31 WIB

Toyota Tanggapi Penjualan Mobil China yang Mengintai Pasar Nasional

Toyota Tanggapi Penjualan Mobil China yang Mengintai Pasar Nasional

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 17:30 WIB

Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas

Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 17:28 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah

BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah

Banten | Jum'at, 18 September 2026 | 17:27 WIB

Java United Was-was Persija Racikan Shin Tae-yong

Java United Was-was Persija Racikan Shin Tae-yong

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 17:25 WIB

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 17:23 WIB

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:22 WIB

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 17:19 WIB

×