3 Masalah yang Kerap Dialami Ibu Hamil Terkait Air Ketuban

Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 27 Juli 2022 | 12:15 WIB
3 Masalah yang Kerap Dialami Ibu Hamil Terkait Air Ketuban
Ilustrasi janin (Pixabay.com/sbtlneet)

Suara.com - YouTuber Ria Ricis terpaksa harus melahirkan anak pertamanya dengan metode operasi sesar karena adanya masalah air ketuban yang terlalu sedikit.

Air ketuban sendiri merupakan cairan berwarna kekuningan yang mengelilingi bayi dalam rahim. Cairan ketuban biasanya muncul pada 12 hari setelah pembuahan.

Dikutip dari laman Hello Sehat, berikut beragam masalah yang kerap dialami ibu hamil terkait air ketuban!

1. Oligohidramnion atau Air Ketuban Terlalu Sedikit
Air ketuban penting untuk perkembangan organ janin, terutama paru-paru. Bila air ketuban terlalu sedikit dalam waktu lama, dapat, hal itu dapat menyebabkan masalah perkembangan janin.

Volume air ketuban yang sedikit juga membuat ibu hamil berisiko mengalami komplikasi saat persalinan, seperti penekanan pada tali pusar dan aspirasi mekonium.

Volume air ketuban yang rendah ini dapat membatasi pergerakan bayi. Bayi juga bisa tertekan karena ruang yang sempit. Ini bisa berujung pada terbentuknya kelainan pada janin.

2. Polihidramnion, Cairan Ketuban Terlalu Banyak
Ibu hamil yang mengalami masalah air ketuban terlalu banyak akan diawasi lebih ketat mengingat risiko kelahiran prematur atau ketuban pecah dini (KPD) lebih tinggi.

Ketika menjalani persalinan, dokter juga akan lebih hati-hati. Pada saat persalinan, ibu hamil memiliki kemungkinan untuk mengalami prolaps tali pusar (tali pusar terlepas saat melalui pembukaan leher rahim).

Kedua kondisi ini mengharuskan ibu hamil untuk melahirkan dengan operasi sesar. Tidak hanya itu, ibu juga berisiko untuk mengalami perdarahan pascapersalinan.

3. Korioamnionitis, Infeksi Bakteri pada Air Ketuban
Mengutip dari Stanford Children Health, korioamnionitis adalah infeksi pada plasenta dan air ketuban, dan menjadi penyebab kelahiran prematur paling umum.

Korioamnionitis paling sering disebabkan oleh bakteri yang ditemukan di vagina, anus, dan dubur. Bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi ini adalah bakteri E. coli, kelompok bakteri streptokokus B, dan bakteri anaerob.

Ini lebih sering terjadi ketika kantung ketuban pecah dini dan memungkinkan bakteri yang ada di vagina naik ke rahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedih Tak Bisa Temani Sang Adik, Ria Ricis. Oki Setianadewi Ungkap Rasa Haru

Sedih Tak Bisa Temani Sang Adik, Ria Ricis. Oki Setianadewi Ungkap Rasa Haru

| Rabu, 27 Juli 2022 | 11:59 WIB

9 Momen Ria Ricis Melahirkan Anak Pertama, Sempat Sedih Gagal Melahirkan dengan Prosesi Normal

9 Momen Ria Ricis Melahirkan Anak Pertama, Sempat Sedih Gagal Melahirkan dengan Prosesi Normal

Entertainment | Rabu, 27 Juli 2022 | 11:46 WIB

3 Momen Haru Ria Ricis Melahirkan Anak Pertama, Teuku Ryan Setia Dampingi hingga Doa dari Oki Setiana Dewi

3 Momen Haru Ria Ricis Melahirkan Anak Pertama, Teuku Ryan Setia Dampingi hingga Doa dari Oki Setiana Dewi

Batam | Rabu, 27 Juli 2022 | 11:23 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB