Pentingnya Ibu Menyusui Merasa Bahagia, Ini Dampaknya Pada Kesehatan!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 16:52 WIB
Pentingnya Ibu Menyusui Merasa Bahagia, Ini Dampaknya Pada Kesehatan!
Ilustrasi ibu menyusui. (Pixabay.com)

Suara.com - Dalam rangka Pekan Raya ASI 2022, penelitian menemukan banyak sebanyak 56 persen ibu menyusui merasa tidak bahagia dengan proses memberikan ASI. Mereka melakukannya karena sebuah kewajiban yang harus dilakukan.

Penelitian yang dilakukan oleh Ray Wagiu Basrowi menemukan salah satu faktor yang menyebabkan ibu menyusui tidak bahagia adalah mereka kehilangan dukungan yang diharapkan.

Selain itu, 90 persen ibu menyusui juga mengaku mengharapkan dukungan itu datang dari suaminya.

"Dari penelitian ini kami percaya diri bahwa suami adalah aktor utama yang wajib mendukung ibu menyusui," kata Ray dalam acara Pekan Raya ASI 2022 dengan tema 'Hasil Penelitian Terbaru tentang Ibu Menyusui'.

Ray juga menegaskan bahwa menyusui adalah proses hormonal yang perlu memikirkan aspek psikologis ibu.

Karena, asupan gizi baik yang tidak diimbangi dengan perasaan bahagia dari ibu menyusui akan mempengaruhi volume ASI yang dihasilkan.

"Karena, ada mekanisme umpan balik hormonal dalam proses menyusui. Produksi ASI membutuhkan peran 2 hormon, yakni hormon prolaktin dan hormon oksitosin," jelas Ray.

acara Pekan Raya ASI 2022 dengan tema 'Hasil Penelitian Terbaru tentang Ibu Menyusui'.
acara Pekan Raya ASI 2022 dengan tema 'Hasil Penelitian Terbaru tentang Ibu Menyusui'.

Hormon prolaktin ini diproduksi di otak, yang produksinya membutuhkan relaksasi. Sedangkan, hormon oksitosin dikenal juga sebagai hormon cinta yang diproduksi ketika seseorang merasa bahagia.

Bila ibu menyusui tidak bahagia, hormon oksitosin akan lebih susah diproduksi. Pada akhirnya, kondisi ini akan berdampak buruk pada produksi ASI.

baca juga

"Selain volume ASI yang menurun, kualitas ASI dan kesehatan ibu menyusui juga akan menurun saat ibu menyusui tidak bahagia," jelasnya.

Karena, hormon yang tidak bagus pada saat proses menyusui itu bisa mempengaruhi kesehatan jangka panjang.

Ray menegaskan bahwa sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa ibu yang menyusui ASI eksklusif akan memiliki kondisi kesehatan lebih baik. Proses menyusui bisa menjadi kontrasepsi alami dan menekan stres post partum.

Pada ibu menyusui yang tidak bahagia, stres post partum akan lebih baik dan metode amenore laktasi tidak akan berjalan baik. Seiring waktu, ada banyak penyakit yang berisiko menyerang ibu menyusui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ASI Merupakan Imunisasi Pertama Bagi Bayi

ASI Merupakan Imunisasi Pertama Bagi Bayi

Sumbar | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13:19 WIB

2 Hari Pertama Setelah Bayi Lahir Penentu Kesuksesan ASI Eksklusif

2 Hari Pertama Setelah Bayi Lahir Penentu Kesuksesan ASI Eksklusif

Health | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Pekan ASI Se-Dunia, LKC Dompet Dhuafa Gelar Konseling Gratis Hingga Demo Masak Menu Gizi Seimbang

Pekan ASI Se-Dunia, LKC Dompet Dhuafa Gelar Konseling Gratis Hingga Demo Masak Menu Gizi Seimbang

Press Release | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 15:08 WIB

Terkini

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

×