Banyak Jajanan Anak Patut Diwaspadai karena Mengandung Zat Berbahaya, Apa Sajakah?

Fabiola Febrinastri

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:04 WIB
Banyak Jajanan Anak Patut Diwaspadai karena Mengandung Zat Berbahaya, Apa Sajakah?
Ilustrasi jajanan berbahaya di sekolah. (Foto: Antara/Asep Fathulrahman)

Suara.com - Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan SEAFAST Center, Institut Pertanian Bogor (IPB), Nugraha Edhi Suyatma mengatakan, pangan yang tidak memiliki izin edar sulit untuk dijangkau oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Padahal, kata Nugraha, informasi-informasi mengenai zat-zat apa saja yang bisa digunakan untuk pangan dan batas-batas penggunaannya sudah diatur dalam peraturan BPOM dan sudah tersedia di website resmi BPOM.

“Di sana diatur semua tentang keamanan pangan, tentang peraturan bahan tambahan pangan, itu sudah tertulis secara lengkap,” ujarnya, Jakarta Rabu (10/8/2022).

Nugraha menunjuk salah satu contoh perlunya pengawasan serius dari BPOM terhadap pangan soal peristiwa baru-baru ini, dimana tubuh seorang anak berusia 5 tahun di Ponorogo, Jawa Timur, tiba-tiba terbakar saat akan menikmati jajanan ice smoke, yang diolah dengan menggunakan nitrogen cair. Akibatnya, anak tersebut menderita luka bakar 30% di tubuhnya.

Kepala Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Fredy Kurniawan menyampaikan, saat berada di suhu yang sangat dingin, zat seperti nitrogen cair sebenarnya tidak boleh bersentuhan dengan organ manusia secara langsung. Pasalnya, walau nitrogen tidak mengeluarkan api, zat ini bisa menyebabkan cold burn atau terbakar karena suhu yang amat dingin.

"Bekas terbakar pada temperatur yang dingin mengakibatkan kulit seperti melepuh," ujarnya.

Dia mengatakan, makanan yang diolah dengan nitrogen cair dengan cara yang tak tepat bisa menyebabkan luka bakar serius.

"Ini benar-benar tidak boleh sampai tersentuh. Efek lain ketika nitrogen menguap, yakni akan mengusir oksigen," ucapnya.

"Anda bayangkan kalau penjual itu tidak tahu, ditambahkan dalam jumlah agak banyak. Ada yang menguap, ada yang masih liquid. Yang liquid bisa masuk mulut dan menyebabkan terbakar mulutnya," tuturnya.

baca juga

Selain itu, ada juga kasus temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, Jawa Tengah, terhadap belasan produk makanan jenis kerupuk dan mi yang beredar di tengah masyarakat Kabupaten Batang, yang disinyalir mengandung zat kimia berbahaya berupa auramin dan rhodamin B.

Yang tak kalah heboh adalah penggunaan etilen oksida yang digunakan untuk sterilisasi rempah-rempah. Zat ini sering digunakan pada sebagian produk makanan, seperti es krim, sereal sarapan, permen, atau keju, yang berfungsi sebagai zat pengental atau penstabil.

Pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada, Dr Arief Nurrochmad Msi Msc Apt menyebut, etilen oksida termasuk bahan berbahaya dan beracun yang bisa memicu dampak buruk bagi kesehatan.

Kemudian penggunaan logam berat antimon sebagai katalis dalam pembuatan plastik PET yang bisa memunculkan masalah kesehatan. Ada juga minyak sayur brominasi yang sering dipakai untuk menggoreng atau menumis. Minyak sayur brominasi diketahui meninggalkan residu pada lemak tubuh, otak, hati dan organ lainnya.

Lisa Lefferts, ilmuwan senior di pusat ilmu pengetahuan untuk kesehatan publik mengatakan, "Anak yang minum banyak minuman bersoda yang mengandung minyak sayur brominasi akan mengalami toxicity bromine, yang mana anak sering gugup, bermasalah dengan memori otak dan masalah kulit.”

Zat-zat kimia pangan lainnya yang perlu pengawasan serius BPOM adalah arsenik, yang ada pada makanan sereal, snack, dan beras bubur yang biasa dikonsumsi anak-anak. Arsenik dapat menahan laju berat badan pada bayi dan anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada yang Berbentuk Helikopter, Jajanan Anak 90an Ini Masih Digemari hingga Saat Ini

Ada yang Berbentuk Helikopter, Jajanan Anak 90an Ini Masih Digemari hingga Saat Ini

Jabar | Senin, 08 Agustus 2022 | 14:36 WIB

Waspada Es Krim Asap, Bocah 5 Tahun di Ponorogo Terbakar

Waspada Es Krim Asap, Bocah 5 Tahun di Ponorogo Terbakar

Bogor | Rabu, 13 Juli 2022 | 22:23 WIB

Sumber Zat Karsinogen Berbahaya Penyebab Kanker, Baik Buatan Manusia Maupun dari Lingkungan

Sumber Zat Karsinogen Berbahaya Penyebab Kanker, Baik Buatan Manusia Maupun dari Lingkungan

Health | Selasa, 07 Juni 2022 | 19:03 WIB

Antisipasi Hepatitis Misterius, Dinkes Kota Jogja Minta Waspadai Jajanan Anak di Sekolah

Antisipasi Hepatitis Misterius, Dinkes Kota Jogja Minta Waspadai Jajanan Anak di Sekolah

Jogja | Jum'at, 13 Mei 2022 | 15:45 WIB

Jajanan Anak SD Dulu dan Sekarang, Mana Yang Lebih Asik?

Jajanan Anak SD Dulu dan Sekarang, Mana Yang Lebih Asik?

Bali | Senin, 07 Februari 2022 | 05:21 WIB

Banyak Jajanan Anak Tak Penuhi Syarat Keamanan Pangan, Ini yang Bisa Ibu Lakukan

Banyak Jajanan Anak Tak Penuhi Syarat Keamanan Pangan, Ini yang Bisa Ibu Lakukan

Lifestyle | Kamis, 06 Januari 2022 | 20:03 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×